POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perbaikan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala sudah berproses di barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel.
Kabar terbaru proyek perbaikan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Astina Abbas.
Astina Abbas mengatakan, perbaikan Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala masuk dalam proyek paket I.
"Sekarang itu prosesnya sudah sudah di Barjas," kata Astina Abbas.
Baca Juga: Pelajar MTsN Gowa Dominasi Paskibra 17 Agustus di Kecamatan Bontomarannu
Astina mengatakan, kerusakan Jalan Hertasning masih tersisa 18 meter. Sementara, Jalan Aroepala 1,8 km," katanya.
Astina Abbas mengatakan, konstruksi Jalan Aroepala akan menggunakan beton. Itu karena desainnya sebelumnya memang betonisasi.
Ia mengatakan, pekerjaan jalan provinsi saat ini dikerjakan secara multiyears contract periode 2025-2027.
Astina memastikan, jalan provinsi yang kondisnya rusak parah akan menjadi prioritas di tahun pertama.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045!
"Jalur-jalur utama yang ditangani yang kondisinya rusak berat," katanya.
Diketahui, Pemprov Sulsel kembali tancap gas di sektor infrastruktur jalan. Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), lima paket pembangunan jalan provinsi digarap dengan skema multiyears kontrak sepanjang 2025–2027.
Total anggaran proyek jalan tersebut mencapai sekitar Rp2,4 triliun, tersebar di berbagai kabupaten/kota. “Setiap paket beda nilai. Ada yang Rp500 miliar, ada yang hampir Rp300 miliar,” kata Kabid Jalan BMBK Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, kepada wartawan.
Berikut rincian kelima paket:
Paket I mencakup ruas Hertasning–Aroepala–Tun Abdul Razak–Bili-Bili–Sungguminasa–Malino–Tondong (Sinjai)–Tanete hingga Tana Beru (Bulukumba). Nilainya Rp500 miliar. Proyek ini sudah masuk tahap pemrosesan di Pokja.
Paket II mencakup wilayah Takalar–Gowa. Mulai dari Barombong–Panciro–Galesong–Pattallassang–Malakaji hingga Sapaya (Jeneponto). Nilainya mendekati Rp300 miliar.
Paket III membentang dari Soppeng–Sidrap–Rappang–Pinrang–Paleteang–Lerang sampai Enrekang. Nilai proyek sekitar Rp500 miliar.
Paket IV meliputi ruas Pekkae–Takkalalla menuju Wajo, lalu menyambung ke Salo Peneki, Cabbengnge, hingga Anabanua. Nilainya sekitar Rp600 miliar.
Paket V menyasar Bone–Lamuru–Palattae–Tana Batue–Sanrego–Sinjai, serta ruas Lamuru–Takkalalla dan Pangkep–Parigi. Nilainya juga mendekati Rp500 miliar.
Baca Juga: Bengkel Konversi Motor Listrik Pertama di Indonesia Timur Hadir di PNUP, Disokong Rp1 Miliar
Khusus ruas Aroepala, lanjut Irawan, akan menggunakan konstruksi beton karena desain sebelumnya sudah disiapkan demikian.
“Beton itu dari segi ketahanan memang lebih unggul, apalagi terhadap air. Tapi tetap kita lengkapi dengan drainase karena sebelumnya drainasenya tidak memadai,” bebernya.
***




