POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menanggapi perintah Gubernur Sulsel untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel.

"Kan perintah pak gubernur, pak sekda lakukan evaluasi terhadap OPD yang melakukan WFA," kata Jufri Rahman kepada wartawan di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (2/5/2025).

Jufri Rahman mengatakan, evaluasi terhadap WFA di lingkungan OPD Pemprov Sulsel, untuk memastikan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja tidak mengganggu pelayanan publik.

Baca Juga: Pemimpin adalah Pendengar: Hari Kelima, Senior Level Publik Leadership Program

"Tetapi secara umum saja sampai saat ini kalau kita tanya orang, adakah pelayanan yang terhalang? semua jalan. Artinya WFA itu ok ok saja," kata Sekda Sulsel.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan WFA tidak serta-merta menurunkan kinerja atau efektivitas pelayanan pemerintahan.

Bahkan, Jufri mengungkapkan pengalamannya saat masih menjabat di Kementerian PAN-RB di masa pandemi COVID-19, di mana hanya 25 persen pegawai yang bekerja dari kantor (Work From Office), dan sisanya menjalankan tugas dari rumah atau lokasi lain.

Baca Juga: Pemkot Parepare Segera Luncurkan Layanan Aduan Digital, Ini Kata Tasming Hamid

"Dulu pengalaman kita di Covid, jumlah pegawai yang masuk kantor waktu saya masih di Kemenpan RB, hanya 25 persen WFO (work from office), sisanya WFA, pekerjaan juga selesai," katanya.

Dari pengalaman tersebut, Jufri Rahman menilai, jumlah ideal pegawai negeri di Indonesia sebenarnya jauh lebih kecil dari jumlah yang ada saat ini.

“Itu menandakan bahwa jumlah ideal pegawai di Indonesia itu hanya seperempat dari yang ada sekarang. Sekarang 6,5 juta, jadi pegawai ideal di Indonesia hanya 1 jutaan," kata Jufri Rahman.

Baca Juga: Kemenag Sulbar Miliki Tiga ASN Sebagai Agen Perubahan. Berikut Nama-Namanya

Diketahui, Pemprov Sulsel mulai menerapkan work from anywhere atau WFA sejak bulan Maret 2025.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada awal penerapan WFA akam melakukan evaluasi secara berkala.

Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas WFA di Pemprov Sulsel.

***