POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Data dari BBMKG Makassar menunjukkan, gempa bumi di Sulsel sebanyak 110 kejadian sepanjang 7 - 13 Februari 2025.

Wilayah yang paling aktif menyebabkan gempa bumi di Sulsel dalam lima hari itu, yakni Sesar Sorowako dan Sesar Matano.

Menurut BBMKG Makassar, gempa bumi yang dirasakan sebanyak 6 kali gempa.

Magnitudo terkecil gempa bumi di Sulsel yakni M 1.3 dan yang terbesar M 4.1.

Baca Juga: Jangan Lengah! Ini Dia Frekuensi Gempa Bumi di Sulsel yang Bikin Merinding, Sesar Sorowako dan Matano Paling Aktif

Kemudian gempa terbanyak di Sulsel terjadi pada Tanggal 7 dan 8 Februari 2025, yakni sebanyak 18 kali gempa bumi.

Sesar Sorowako dan Sesar Matano

Sesar Sorowako dan Matano merupakan dua struktur geologi penting yang terletak di wilayah Sulawesi Selatan, Indonesia.

Keduanya memiliki sejarah panjang dan aktivitas yang menarik untuk dipelajari.

Sesar Sorowako dan Matano terbentuk akibat aktivitas tektonik yang kompleks di wilayah Sulawesi.

Baca Juga: Update Banjir Makassar Hari Ini: 2.196 Warga Bertahan di Pengungsian, 7 Kelurahan Masih Tergenang

Pulau Sulawesi sendiri terbentuk dari tumbukan beberapa lempeng tektonik, termasuk Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Tumbukan ini menghasilkan berbagai macam struktur geologi, termasuk sesar-sesar aktif seperti Sesar Sorowako dan Matano.

Baca Juga: Subuh Keliling: Strategi Kombes Arya Perdana Berantas Kejahatan di Makassar

Sesar Sorowako dan Matano merupakan sesar aktif yang masih bergerak hingga saat ini.
Pergerakan sesar ini dapat menyebabkan gempa bumi, meskipun biasanya dalam skala kecil hingga menengah.

Namun, potensi gempa bumi yang lebih besar tetap ada, sehingga perlu dilakukan pemantauan dan mitigasi yang tepat.

Selain gempa bumi, aktivitas Sesar Sorowako dan Matano juga berperan dalam pembentukan Danau Matano, sebuah danau tektonik yang sangat indah dan unik.

Baca Juga: Luwu Utara dan Bone Waspada! Peringatan Dini BMKG Makassar Hari Ini: Hujan Lebat dan Angin Kencang

Danau ini terbentuk akibat pergerakan sesar yang menciptakan cekungan yang kemudian terisi air.

Sesar Sorowako dan Matano menjadi objek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan geologi.
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memahami lebih lanjut tentang sejarah pembentukan, aktivitas, dan potensi bahaya yang terkait dengan kedua sesar ini.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi upaya mitigasi bencana dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan.

***