POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Ali Yafid memperkenalkan Asta Aksi Kemenag Sulsel di forum seminar internasional di Ballroom Hotel Sallon, Kabupaten Wajo, Senin (3/2/2025).

Ali Yafid mengatakan, Asta Aksi Kemenag Sulsel adalah bentuk penjabaran program prioritas Kemenag RI.

Asta Aksi Kemenag Sulsel, lanjut Ali Yafid, adalah upaya membangun kesadaran kolektif untuk merangkul keberagaman, menghormati hak asasi manusia, dan memperkuat solidaritas umat beragama.

Baca Juga: Irwan Rusfiady Adnan Jelaskan Peran Vital Disperindag Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

"Sekaligus mempertegas komitmen Kemenag Sulsel sebagai bagian dari bangsa yang beradab, inklusif, dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dalam ke-bhineka-an," kata Ali Yafid dalam siaran pers.

Adapun poin Asta Cita Kemenag Sulsel, yaitu rumah ibadah ramah difabel, Kemenag Sulsel go green, pesantren ramah anak, dakwah ramah kemanusiaan.

Ada juga selebrasi kemanusiaan, algoritma kasih sayang untuk generasi Z, pelayanan prima ibadah haji, dan Kemenag Sulsel berintegritas.

Baca Juga: Andi Muhammad Yasir Titip Program Penguatan Ketahanan Keluarga Inklusif di Forum SKPD

Pada kesempatan itu, Ali Yafid optimistis jajaran Kemenag Sulsek dapat melaksanakan Asta Aksi yang diluncurkan pada 31 Januari lalu.

"Semoga ikhtiar ini bisa menjadi persembahan Kemenag Sulsel untuk Indonesia," katanya.

Diketahui, Ali Yafid menjadi pembicara pada seminar internasional dengan materi tentang spirit Deklarasi Istiqlal.

Baca Juga: Forum Perangkat Daerah Diskop Makassar Diharap Jadikan Koperasi Tulang Punggung Perekonomian

Ali Yafid bersyukur bahwa Deklarasi Istiqlal melibatkan Kemenag Sulsel.

Menurutnya, pada umumnya inti dari Deklarasik Istiqlal beririsan dengan Kementerian Agama.

Sebagai langkah awal, Ali Yafid membangun komunikasi dengan tokoh lintas agama dan ormas keagamaan untuk membahas Deklarasi Istiqlal.

Hasil komunikasi tersebut tertuang dalam kesepakatan mendukung isi Deklarasi Istiqlal yang digagaa Menteri Agama RI sekaligus Imam Masjid Istiqlal

Seminar internasional yang digelar di Kabupaten Wajo adalah kerjasama Kemenag dan Yayasan Pontren As'adiyah Sengkang.

Baca Juga: Pemkot Makassar Berkomitmen Kembangkan Infrastruktur Digital

Kegiatan itu bertajuk Curriculum Of Love and Eco-Theology as the Basic for the Istiqlal Declaration Implementation Movement.

Kegiatan selama dua hari itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Sallon dan Aula Universitas Asadiyah Lapongkoda Sengkang.

Sejumlah Narasumber dalam kegiatan itu, yakni Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Syaikh Dr. As-Said Muhammad Ali Al Husaini (Formen Deputy Minister Of Waqf in Egypt).

Baca Juga: Daftar 51 Prodi Pilihan Pertama Seleksi Masuk Mandiri Afirmasi 2025 UIN Alauddin Makassar

Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA. (Sekjen Kemenag RI), Prof. Dr. H. Abu Rokhmat, M.Ag. (Dirjen Bimas Islam)

H. Bunyamin Yafid, Lc, MA (Ketua Yayasan Ponpes As'adiyah), Dr. H. Arsaf Hidayat, Lc, MA. (Direktur Urais dan Pembinaan Syariah), dan Sejumlah Rektor dan Akademisi Sulsel.

***