POJOKSULSEL, MAKASSAR - Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Makassar) masih menetapkan peringatan dini peningkatan cuaca hingga 7 Desember 2024 di Sulawesi Selatan.
Prakirawan BBMKG Makassar Amhar Ulfiana mengatakan, berdasarkan hasil pengintaian curah hujan sedang hingga lebat, masih berpotensi terjadi hingga tanggal 7 Desember di Sulawesi Selatan.
Namun demikian, prakirawan BBMKG Makassar Amhar Ulfiana mengatakan, hanya sebagian daerah di wilayah Sulawesi Selatan, yang berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat.
Baca Juga: 4 Guru Besar Unhas Rumpun Ilmu Kesehatan Dikukuhkan, 3 di Antaranya Perempuan. Ini Profilnya
"Besok (6 Desember) potensinya akan berkurang dibanding tanggal 5 Desember. Namun masih ada potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sulawesi Selatan," kata Amhar UlfianaUlfiana, Kamis (5/12/2024).
"Tanggal 7 Desember kita berikan peringatan dini cuma beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, karena potensi hujan sedang hingga lebat akan menurun di Sulawesi Selatan," tambahnya.
Ia mengatakan, curah hujan sedang hingga lebat pada tanggal 6 Desember masih berpotensi terjadi pada pagi hingga sore hari.
Baca Juga: Inilah Nama-Nama 25 Calon Peserta Lolos Seleksi Pendidikan Kader Ulama MUI Sulsel
Namun, secara perlahan curah hujan akan semakin menurun pada malam hingga dini hari. Hal serupa juga akan berpotensi terjadi pada tanggal 7 Desember 2024.
Amhar Ulfiana mengatakan, wilayah Sulawesi Selatan memang telah memasuki musim hujan. Prediksi puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari 2025.
Sehingga, hal wajar jika terjadi curah hujan yang tinggi dari bulan November 2024 hingga bulan Januari 2025.
Baca Juga: Kabar Duka, Peserta Seleksi PPPK Kemenag di Sulbar Meninggal Saat Ujian
Pada kesempatan yang sama, Amhar Ulfiana mengatakan, curah hujan tinggi dipengaruhi oleh monsum Asia.
"Angin kita umumnya sudah bertiup dari utara ke barat. Jadi sudah baratan atau angin musim barat," katanya.
Kecepatan angin mencapai 45 kilometer per jam. Sehingga, bisa mempengaruhi gelombang hingga 2,5 meter.
Selain itu, Amhar Ulfiana menyebutkan jika curah hujan tinggi karena dipengaruhi oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MGO).
MGO adalah fenomena gelombang atmosfer yang mendorong pembentukan awan hujan.
Baca Juga: Mayat Terapung di Permandian Air Panas Desa Rappang Barat Warga Lampa Toa
"Sedang aktif MGO yang berada di fase empat, berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan," kata dia.
***




