POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Kodam XIV Hasanuddin menggelar latihan penanggulangan bencana alam banjir.
Latihan penanggulangan bencana alam banjir yang dilakukan Kodam XIV Hasanuddin untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Kota Makassar.
Komandan Kodim atau Dandim 1408 Makassar Letkol Inf Franki Susanto menyebutkan, latihan penanggulangan bencana alam banjir ini sebagai antisipasi terjadinya banjir dan bencana alam lainnya di Makassar.
Terlebih, kata Franki Susanto yang juga menjabat Wakil Komandan Latihan (Wadanlat) ini, saat ini Kota Makassar dan sekitarnya sudah memasuki musim penghujan.
Menurut Franki Susanto, menurut data dari BMKG, musim penghujan di Makassar akan memasuki puncaknya pada Januari 2025 mendatang.
Olehnya itu, Kodam XIV Hasanuddin menginisiasi latihan penanggulangan bencana banjir di Kota Makassar, sehingga kedepannya para petugas bisa lebih tanggap dan siap menghadapi bencana.
Baca Juga: 32 Tim dari 18 Alumni Pesantren Se Sulbar siap bertarung di Aljunaidiyah Futsal Tournment
Untuk latihan hari kedua, Rabu 4 Desember 2024, dilakukan Drill Taktis di Pantai Akkarena Tanjung Bunga Makassar.
Sasaran latihan tersebut agar bisa meminimalisir korban, serta mampu terselamatkan dengan baik sebelum dan pasca bencana.
Peringatan Cuaca Ekstrem di Sulsel
Sementara itu, Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Makassar) mengeluarkan peringatan dini cuaca tanggal 4-6 Desember 2024 di Sulawesi Selatan.
Baca Juga: BBMKG Makassar Jelaskan Curah Hujan pada Peningkatan Cuaca 3 Hari di Sulawesi Selatan
Dalam laporannya, Sulsel disebutkan akan mengalami cuaca ekstrem mulai Tanggal 4 hingga 6 Desember 2025.
Selama tiga hari itu, cuaca di sebagian besar wilayah Sulsel diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga hujan lebat.
BBMKG Makassar menyebutkan, sejumlah wilayah bagian barat dan selatan berpotensi dilanda angin kencang.
Baca Juga: Wahdah Islamiyah Gelar Mukernas di Asrama Haji Sudiang Kamis Besok, Dihadiri Cak Imin dan Anis Matta
Kemudian potensi bencana banjir bisa terjadi di wilayah seperti Kabupaten Luwu, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Sidrap.
***



