POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof Wahyuddin Naro berpulang. Tepat delapan bulan menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan (FKUB Sulsel).

Prof Wahyuddin Naro dilantik sebagai Ketua FKUB Sulsel pada 26 Maret 2024. Ia meninggal di RS Grestelina Makassar pada Selasa (26/11/2024) pukul 02.00 WITA.

Kepergian Prof Wahyuddin Naro ke haribaan ilahi meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.

Baca Juga: Polda Sulsel Tugaskan 18.792 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2024. Berikut Rinciannya!

Pria kelahiran Balombong, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, itu berpulang sebulan sebelum genap berusia 57 tahun.

Putra daerah Majene itu lahir pada 31 Desember 1967. Ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di kampung halamamnya. Desa Balombong, Kecamatan Pamboang, Majene.

Guru besar UIN Alauddin itu lalu hijrah ke Kota Makassar. Ia menimba ilmu agama selama 6 tahun di Pondok Pesantren IMMIM Putra.

Baca Juga: Prof Zudan dan Irjen Yudhiawan Wibisono Tinjau TPS di 5 Kabupaten Sehari Jelang Pilkada Serentak 2024

Dirinya pernah menceritakan jika keputusannya untuk mondok di IMMIM Putra, Makassar, karena menemani anak gurunya. Ia pun memilih bertahan hingga lulus madrasah aliyah setingkat SMA.

Prof Naro, begitu panggilan akrab almarhum, dikenal sebagai sosok ramah dan penuh dedikasi.

Pada almamater tercintanya, UIN Alauddin Makassar, Prof Naro pernah mengemban amanah sebagai Wakil Rektor II.

Baca Juga: KPU Umumkan 2 Lembaga Resmi Quick Count di Pilkada Parepare 2024

Beberapa jabatan lain juga pernah ia pegang dengan penuh tanggung jawab, yaitu Wakil Dekan III Fakultas Saintek, Kepala Kepala Biro AUPK UIN Alauddin, Staf Khusus Wakil Rektor AUPK di tahun 2013, hingga terpilih sebagai Staf Khusus Rektor.

Selain tuntas pada dunia akademik dengan karir sebagai guru besar. Prof Naro sudah aktif berorganisasi sejak tahun 1989.

Pengabdiannya sebagai Ketua FKUB Sulsel tidak terlepas pada sosok teladan dalam merawat kerukunan.

Hal ini diceritakan oleh Wakil Sekretaris FKUB Sulsel H Mallingkai Ilyas, Lc, seperti dilansir laman Kemenag Sulsel, Selasa (26/11/2024).

Mallingkai Ilyas menggambarkan sosok Prof Wahyuddin Naro delapan bulan memimpin FKUB Sulsel.

Baca Juga: 10.456 Keluarga di Kabupaten Maros Masuk Daftar Penerima Tambahan PKH

"Selama delapan bulan bekerja dalam tim bersama beliau, saya tidak pernah melihatnya kehilangan semangat untuk mendamaikan perbedaan," kata Mallingkai Ilyas dilansir laman Kemenag Sulsel.

Ia menilai, Prof Naro selalu hadir sebagai penengah yang adil dan bijaksana dalam berbagai situasi.

Mallingkai Ilyas melihat Prof Wahyuddin Naro sebagai seorang pelopor. Almarhum tidak hanya membicarakan toleransi, tetapi menjadikannya sebagai cara hidup.

Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Pertandingan Timnas Indonesia di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024

Tidak hanya itu, Prof Naro semasa hidup dikenal sebagai sosok yang peduli kepada anak muda. Baginya generasi muda adalah kunci keberlangsungan kerukunan di masa depan.

"Dengan semangat itu, beliau menginisiasi berbagai pelatihan dan kegiatan moderasi beragama untuk melibatkan pemuda lintas agama. Bagi beliau, menciptakan masyarakat yang harmonis dimulai dari generasi yang sadar akan pentingnya keberagaman," kenang Mallingkai Ilyas.

***