POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Bima Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan (DBMBK Sulsel) fokus bayar utang senilai Rp280 miliar.
DBMBK Sulsel membayar utang secara bertahap kepada 26 penyedia, konsultan pengawasan, dan kelompok kerja pemeliharaan.
Kepala DBMBK Sulsel, Andi Astina Abbas mengatakan, pihaknya akan membayar utang tahun 2022 dan 2023 secara bertahap.
Baca Juga: Pengumuman PAI Award 2024 Malam Ini, 2 Wakil Sulawesi Selatan Masuk Nominator. Mohon Doa!
"Kalau untuk utang 2022 dan 2023 itu sudah teralokasi di parsial dua, totalnya itu kurang lebih Rp280 miliar," kata Astina Abbas.
Ia mengatakan, refocusing anggaran telah dilakukan untuk dialihkan bayar utang. Termasuk, tiga paket pekerjaan tahun ini tidak dilaksanakan.
"Ada tiga paket yang direfocusing, Solo - Peniki - Kulanpu, Palampang -Munte dan dan satu jembatan. Nilai total pagu 14,6 miliar tiga paket," ungkap Astina Abbas.
Baca Juga: Pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Terima B1 KWK PKS untuk Pilgub Sulsel
Tidak hanya itu, DBMBK Sulsel juga refocusing anggaran sisa-sisa lelang untuk pembayaran utang.
Pada kesempatan itu, Astina Abbas memaparkan bahwa realisasi belanja keuangan DBMBK jika mengacu pada parsial 1 sebesar 53,03 persen.
"Tapi ada perubahan parsial 2, pembayaran utang, sehingga realisasi keuangan 29,8 persen," kata Astina Abbas.
Baca Juga: Lima Bayi Lahir Bertepatan HUT Kemerdekaan RI di RSUD Andi Makkasau Parepare
Tiga Paket Pengerjaan Fisik Tidak Dilaksanakan
Sebanyak dua paket jalan Provinsi Sulawesi Selatan serta satu proyek jembatan tidak dilaksanakan tahun 2024, karena refocusing anggaran untuk bayar utang tahun 2022 dan 2023.
Dua paket jalan Provinsi Sulawesi Selatan yang terdampak karena pembayaran utang, yaitu:
Peket Jalan Provinsi Sulawesi Selatan ruas Palampang - Munte - Bontolempangan di Kabupaten Sinjai.
Paket Jalan Provinsi Sulawesi Selatan ruas Solo - Peneki - Kulampu di Kabupaten Wajo.
Adapun jembatan yang tidak dikerjakan tahun ini, yaitu jembatan Sungai Tanggara di ruas Malino - Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.
Rekonstruksi 7 paket Tahun 2024
Pertama, rekonstruksi paket ruas jalan Pangkajene Sidrap - Rappang dengan nilai kontrak Rp8,7 miliar dengan realisasi fisik 28,31 persen. Rekonstruksi ruas jalan itu bersumber dari DAK.
Kedua, rekonstruksi paket ruas jalan Pekkae - batas Kabupayen Soppeng dengan nilai kontrak Rp14,4 miliar bersumber dari DAK. Realisasi fisik fisik 24,47 persen.
Baca Juga: UMI Sambut Mahasiswa Baru 2024 Berbasis Pesantren Secara Offline
Ketiga, rekonstruksi ruas jalan Rantepao - Sadan - batas Kabupaten Luwu yang terkontrak Rp6,5 miliar bersumber dari DAK. Progres pengerjaan 4,4 persen.
Keempat, rekonstruksi ruas jalan Ussu - Nuha - batas Provinsi Sulawesi Tengah di Luwu Timur. Terkontrak Rp5,8 miliar bersumber dari DBH dengan progress realisasi 8,31 persen.
Kelima rekonstruksi ruas jalan Ussu - Nuha - batas Provinsi Sulawesi Tengah di Luwu Timur. Terkontrak Rp5,1 miliar bersumber daru DBH dengan progress realisasi 5,03 persen.
Baca Juga: Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar Ungkap Dua Prodi Raih Akreditasi Unggul
Keenam, pembangunan jalan dan jalur pedestrian kawasan CPI di Kota Makassar, telah terealisasi hingga 51 persen. Nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar.
Ketujuh, lanjutan rekonstruksi batas Kabupaten Soppeng - Pangkajene Sidrap sepanjang 2,5 kilometer (Km) dengan kontrak Rp14 miliar. Realisasi fisik 5,43 persen.
***




