POJOKSULSEL, MAKASSAR - Anggaran dua paket jalan Provinsi Sulawesi Selatan serta satu proyek jembatan dialihkan untuk bayar utang tahun 2022 dan 2023.

Dua paket jalan Provinsi Sulawesi Selatan yang terdampak karena pembayaran utang, yaitu:

Peket Jalan Provinsi Sulawesi Selatan ruas Palampang - Munte - Bontolempangan di Kabupaten Sinjai.

Baca Juga: Pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Terima B1 KWK PKS untuk Pilgub Sulsel

Paket Jalan Provinsi Sulawesi Selatan ruas Solo - Peneki - Kulampu di Kabupaten Wajo.

Adapun jembatan yang tidak dikerjakan tahun ini, yaitu jembatan Sungai Tanggara di ruas Malino - Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan (DBMBK Sulsel) Andi Astina Abbas mengatakan, nilai total pagi pada tiga paket pengerjaan yang kena refocusing sebesar Rp14,6 miliar.

Baca Juga: Lima Bayi Lahir Bertepatan HUT Kemerdekaan RI di RSUD Andi Makkasau Parepare

"Ada tiga paket yang direfocusing, Solo - Peniki - Kulanpu, Palampang - Munte dan ada satu jembatan," kata Astina Abbas.

Pada kesempatan yang sama, Astina Abbas mengatakan, jika DBMBK merekonstruksi tujuh ruas jalan provinsi tahun 2024, yaitu tiga paket ruas jalan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dua paket ruas jalan dari APBD Sulsel, dan dua paket ruas jalan dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Sementata itu, Kabid Jalan DBMBK Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim menjelaskan progres tujuh paket ruas jalan yang direkonstruksi pada tahun 2024.

Baca Juga: 35 Anggota DPRD Kabupaten Maros Periode 2024-2029 Dilantik. Selamat Bekerja!

Pertama, rekonstruksi paket ruas jalan Pangkajene Sidrap - Rappang dengan nilai kontrak Rp8,7 miliar dengan realisasi fisik 28,31 persen. Rekonstruksi ruas jalan itu bersumber dari DAK.

Kedua, rekonstruksi paket ruas jalan Pekkae - batas Kabupayen Soppeng dengan nilai kontrak Rp14,4 miliar bersumber dari DAK. Realisasi fisik fisik 24,47 persen.

Ketiga, rekonstruksi ruas jalan Rantepao - Sadan - batas Kabupaten Luwu yang terkontrak Rp6,5 miliar bersumber dari DAK. Progres pengerjaan 4,4 persen.

"Ini paket DAK insyaallah selesai di awal Desember kita targetkan. Karena selain pekerjaan pembangunan pengaspalan, di beberapa kilometer juga kita lakukan pemeliharaan di sepanjang ruas," ungkap Irawan Dermayasamin Ibrahim saat coffee morning di Taman Pakui, Selasa (20/8/2024).

Irawan Dermayasamin Ibrahim mengatakan, jika ada lanjutan rekonstruksi batas Kabupaten Soppeng - Pangkajene Sidrap sepanjang 2,5 kilometer (Km) dengan kontrak Rp14 miliar.

Baca Juga: Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Optimalisasi PLUT KUMKM Kolaborasi Hexahelix di Kabupaten Maros

"Realisasi fisik 5,43 persen. Insyaallah selesai 15 Desember 2024," kata Irawan Dermayasamin Ibrahim.

Kemudian, pembangunan jalan dan jalur pedestrian kawasan CPI di Kota Makassar, telah terealisasi hingga 51 persen. Nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar.

"Insyaallah selesai pekerjaan di September dan kami upayakan percepatan sehingga bisa difungsikan sebelum pelaksanaan peresmian Rumah sakit," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Parepare dan Kejari Perkuat Kerjasama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan Tata Negara.

Sementara itu, rekonstruksi dua paket ruas jalan yang bersumber dari dana bagi hasil sawit total terkontrak Rp10,9 miliar.

"Jadi tahun 2023 yang menyebrang anggarannya ke tahun ini plus anggaran tahun ini totalnya Rp10,9 miliar," kata Kabid Jalan DBMBK Sulsel.

Ia merincikan bahwa rekonstruksi dua paket tersebut masing-masing terkontrak Rp5,8 miliar dan Rp5,1 miliar.

Baca Juga: UMI Sambut Mahasiswa Baru 2024 Berbasis Pesantren Secara Offline

Progres realisasi fisik rekonstruksi dua paket ruas jalan di Ussu - Nuha Kabupaten Luwu Timur, itu yaitu 8,1 persen dan 5,03 persen.

"Ini insyaallah selesai di November. Akhir November," kata Irawan Dermayasamin Ibrahim.***