POJOKSULSEL, MAKASSAR - Derma XP berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Makassar serta Dinas Kota Makassar mengadakan pemeriksaan dan pengobatan skabies gratis untuk warga Kota Makassar.
Pemeriksaan dan pengobatan skabies gratis yang digelar Derma XP bersama Perdoski dan Dinkes Makassar berhasil memecahkan Rekor MURI
Prof. Dr. dr Khairuddin Djawad selaku
Ketua panitia pemeriksaan dan pengobatan skabies pada peserta terbanyak mengajak, masyarakat supaya tidak perlu takut terhadap penyakit skabies ini.
Baca Juga: BPP KKMSB Akan Laksanakan Musyawarah Besar VI Bulan Ini, Irshan Zainuddin Jelaskan Persiapan Panitia
"Skabies ini masih dapat kita kontrol dan atasi dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dimanapun kita berada," kata Khairuddin Djawad.
Khairuddin Djawad menjelaskan, penyakit skabies memang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan dalam satu ruangan ke ruangan lain atau dari rumah ke rumah.
Tetapi itu semua dapat mudah kita atasi dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dimanapun kita berada.
Baca Juga: Kakan Kemenag Ungkap Sosok Jamaluddin, Penyuluh Agama Islam dari Mamasa Tembus PAI Award 2024
Selain itu, kata Khairuddin Djawad, penderita penyakit skabies juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang memang sudah di sediakan dalam kegiatan ini.
"Hari ini, kita juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, apabila tidak ada
ketersediaan obat yang digunakan hari ini, para penderita bisa membawa resep obat yang kami berikan dan mengambil obatnya di Puskesmas terdekat," ungkapnya.
Ia menjelaskan, peda pemeriksaan skabies di Kota Makassar ini melibatkan sedikitnya 50 dokter spesialis kulit dan kelamin dari Perdoski.
Baca Juga: Inilah 2 Penyuluh Agama Islam Sulbar Masuk Nominasi PAI Award 2024. Mohon Doanya!
Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, selaku ketua pelaksana Kongres Nasional Perdoski menambahkan, kegiatan ini diadakan sebagai kegiatan pembuka dalam rangkaian Konas Perdoski XVII.
"Kami ingin mengawali Kongres dengan berbagi kebaikan terhadap masyarakat, acara Kongres Nasional ini dihadiri hampir seluruh dokter spesialis kulit di Indonesia," katanya.
Untuk itu, Perdoski berkolaborasi dengan Derma XP dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk pemecahan Rekot MURI dalam memeriksa dan mengobati skabies bagi 1.000 masyarakat di Kota
Makassar.
Andy Surjadi, selaku Direktur Derma XP mengatakan, sangat bangga bahwa produk-produk obat yang mereka buat bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak.
"Hari ini menjadi bukti bahwa bisnis bukan hanya semata-mata mencari profit saja, tapi bagaimana kita bisa menyelaraskan kepentingan bisnis kita dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Peringkat 4 Peminat Terbanyak UMPTKIN 2024, Segini Total Pendaftarnya
Derma XP hadir dalam acara ini sebagai solusi nyata bahwa produk yang dihasilkan dapat berkontribusi untuk mengobati masyarakat.
Melalui kegiatan itu, Andy Surjadi berharap persebaran skabies khususnya di Kota Makassar dapat terobati dan apabila memungkinkan menjadi zero scabies diseases di Makassar.
"Kami ingin kedepannya pemeriksaan
terhadap skabies ini bisa rutin dijalankan, dan terus berupaya untuk membantu program Pemerintah dalam pengentasan penyakit skabies di tahun 2030 sesuai dengan target WHO," ungkapnya.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Buka 10 Prodi Pascasarjana pada Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Tahun 2024
Diketahui, Penyakit skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tungau yang dapat berpindah dari satu tubuh manusia ke manusia lain.
Penyakit skabies banyak terdapat di dalam tempat yang masyarakatnya hidup secara bersamaan dinilai dapat mengganggu aktivitas di kehidupan sehari hari.
Para penderita penyakit skabies bisa merasakan gatal-gatal, perih dan bahkan sampai mengeluarkan cairan ketika kulit sudah infeksi. ***




