POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kantor Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Mamuju H Mustapa Tangngali telah menyandang gelar doktor bidang dakwah dan komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Kakan Kemenag Mamuju Mustapa Tangngali meraih predikat cum laude dalam sidang promosi doktor di ruang Aula PPG UIN Alauddin Makassar, Jln Bonto Tangnga Kompleks Pesantren Madani Pao-Pao, Gowa, Rabu (31/1/2024).

Mustapa Tangngali menjadi doktor ke 1152 di UIN Alauddin Makassar. Mantan Kakan Kemenag Majene tercatat sebagai mahasiswa Dirasah Islamiyah program doktor lada tahun 2021.

Baca Juga: Rully Rozano Ungkap 3 Misi Beserta Isu Utama Temu Relawan Prabowo-Gibran di GOR Sudiang Besok

Mustapa Tangngali menulis disertasi berjudul Dakwah dan Budaya Kerja Dilingkungan Kementrian Agama Kab.Majene (KMA 582 Th 2017).

Ia memaparkan hasil risetnya di depan para penguji, yakni Prof Dr H Abustani Ilyas yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan sidang.

Ada juga Prof Dr Hj Muliaty Amin selalu promotor, Prof Dr H Mahmuddin, Prof Dr Firdaus Muhammad, Prof Dr H Abd Rasyid Masri, Dr H Kamaluddin Tajibu.

Baca Juga: TKD Sulsel Pastikan Tidak ada Atribut Partai di GOR Sudiang, Prabowo Subianto Hanya Temu Relawan

Sementara itu, Wakil Ketua I STAIN Majene Dr Muliadi menjadi penguji eksternal H Mustapa Tangngali.

Pada pemaparan hasil risetnya Mustapa Tangngali mengungkapan tentang dakwah dan budaya merupakan instrumen penting dalam menunjang keberhasilan budaya kerja dalam suatu tempat.

"Peran dakwah dalam budaya kerja di lingkungan kerja Kementrian Agama Majene sangat efektif karena memang dakwah bukan hanya keagamaan saja, akan tetapi menjadi bagian dari cara untuk mencapai pelaksanaan budaya kerja. Dan ditunjang dengan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kabupaten Majene," ungkapnya.

Sementara itu, Prof Muliaty Amin selaku promotor menyampaikan pesan-pesan akademiknya kepada Mustapa Tangngali.

Baca Juga: Profil Prof Ichsan Ali, Guru Besar Pendidikan Lingkungan Hidup, Calon Rektor UNM Periode 2024-2028

Ia mengatakan, pejabat yang baik adalah pejabat yang membuat bawahannya menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan lebih dari perkiraan mereka. Sehingga mereka secara konsisten melakukan pekerjaan yang baik.

"Hargailah pekerjaan saudara dan hargailah diri saudara karena cara ini memunculkan kedisiplinan diri, ketika saudara memiliki keduanya, maka itulah kekuatan saudara yang sesungguhnya," kata Prof Muliaty Amin.

"Sebagai alumni dari UIN Alauddin Makassar, renungkan dan amalkanlah hadis Rasulullah yang artinya tolonglah saudaramu yang menganianya maupun yang teraniaya," tambah mantan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu. ***