POJOKSULSEL, MAKASSAR - UIN Alauddin Makassar adalah salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah guru besar terbanyak.

Hal itu disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, merespons penetapan guru besar enam dosen UIN Alauddin Makassar di awal tahun 2024 melansir uin-alauddin.ac.id.

"Ini akan memperkuat posisi akademik UIN Alauddin Makassar dan menjadi salah satu PTKIN jumlah guru besar terbanyak," kata Prof Hamdan Juhannis.

Prof Hamdan Juhannis mengatakan, penetapan 6 guru besar baru di UIN Alauddin Makassar, akan semakin memperkuat disiplin keilmuan dan penguatan akreditasi.

Baca Juga: PPS Kelurahan Polewali Sasar Warga Hingga Disabilitas Sosialisasi Pemilu Serentak

Ia mengatakan, guru besar akan memberikan kontribusi positif pada akreditasi institusi. Selain itu, guru besar akan menciptakan iklim akademik yang semakin kondusif karena memiliki keahlian pada bidangnya.
 
Prof Hamdan Juhannis mengatakan, semakin bertambahnya profesor di UIN Alauddin Makassar, adalah program akselerasi guru besar.

Ia menyebut, penambahan guru besar tersebut merupakan kegembiraan dan kemewahan bagi UIN Alauddin Makassar.

Karena itu, Prof Hamdan Juhannis berharap hadirnya guru besar bisa mendorong dosen berstatus Lektor Kepala untuk segera meraih guru besar.

Baca Juga: Selamat! Prof Anwar Sewang Kembali Terpilih sebagai Rektor IAI DDI Polman

Sementara itu, Sekretaris Senat Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof Hasaruddin mengatakan, UIN Alauddin sudah memiliki 76 guru besar.

"Sekarang 76 guru besar. Termasuk yang baru terima SK," kata Prof Hasaruddin.

Prof Hasaruddin mengatakan, dari jumlah tersebut, Fakultas Syariah dan Hukum memiliki guru besar terbanyak

Baca Juga: Jumlah Bencana Hidrometeorologi di Sulsel Selama Januari Sudah 36 Kejadian, Tersebar di 14 Daerah

Ia mengatakan, ada 20 dosen UIN Alauddin Makassar yang mengajukan pengurusan guru besar. Namun, baru 12 orang yang mengurus pemberkasan.

"Kalau tahun 2024 kemarin yang mengajukan itu sekitar 20. Cuma yang datang itu sekitar 12. Mudah-mudahan masih ada ini.Kami masih menunggu ini sampai akhir Januari," ungkapnya. ***