POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Senat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Dr Muhammad Mawardi Djalaluddin, Lc, M.Ag, meraih puncak karier tertinggi akademik sebagai guru besar bidang Ushul Fikih atau Ilmu Fikih.

Muhammad Mawardi Djalaluddin masuk dalam daftar 60 dosen yang menerima Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Penetapan Guru Besar dalam rumpun ilmu agama.

Diketahui, Muhammad Mawardi Djalaluddin merupakan ketua pertama Jurusan Syariah dan Hukum Ekonomi Islam STAIN Majene.

Baca Juga: Pj Wali Kota Parepare Harap Sosialisasi Manfaat dan Prosedur BPJS Ketenagakerjaan Dimaksimalkan

Sebelum mengabdi di STAIN Majene, Prof Muhammad Mawardi Djalaluddin adalah dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.

Dirinya akan menerima Surat KMA Penetapan Guru Besar di Ruang Rapat Dirjen Pendis Lt 7, Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Benteng Barat Nomor 3-4 Jakarta Barat, pada Kamis, 18 Januari 2024.

Muhammad Mawardi Djalaluddin mengatakan, dirinya merupakan guru besar pertama yang lahir dari STAIN Majene. Adapun dua guru besar lainnya pindah hombase ke STAIN Majene.

"Baru satu-satunya, yang dua (guru besar) yang ada pindah hombase dari UIN Alauddin dan IAIN Parepare," katanya, Selasa (16/1/2024) malam.

Baca Juga: Pemkab Maros Fokus Persiapan Logistik dan Mitigasi Bencana Hadapi Musim Hujan

Dua guru besar yang dimaksud Muhammad Mawardi Djalaluddin adaj Prof Dr Nafis Djuaeni M.Ag dan Prof Dr Anwar Sewang M.Pd.

Prof Nafis Djuaeni merupakan Ketua pertama STAIN Majene. Dia awalnya meraih guru besar Bahasa Arab pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Kemudian, pindah hombase ke STAIN Majene.

Sementara, Prof Awar Sewang adalah guru besar IAIN Parepare yang pindah hombase ke STAIN Majene. Saat ini, Prof Anwar Sewang juga menjabat Rektor IAI DDI Polewali Mandar.

Baca Juga: Rahmat Sjamsu Alam Dorong Pemkot Parepare Aktif Penuhi Kepemilikan BPJS Kesehatan Warga

Sementara itu, Ketua STAIN Majene Prof Dr Wasilah Sahabuddin mengatakan dengan keluarnya KMA Guru Besar untuk Dr Muhammad Mawardi Djalaluddin, maka STAIN Majene kini memiliki tiga guru besar.

Prof Wasilah Sahabuddin mengatakan, bertambahnya guru besar menjadikan STAIN Majene catat rekor lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

"Untuk kategori STAIN di PTKIN, STAIN Majene lah satu-satunya yang memiliki guru besar sejumlah 3," kata Guru Besar Arsitektur UIN Alauddin Makassar itu, Selasa (16/1/2024) malam.

Pada kesempatan itu, Prof Wasilah Sahabuddin menyinggung terkait target alih status STAIN Majene menjadi IAIN.

"Alih status ke IAIN tidak harus punya guru besar, kecuali ke UIN, harus memiliki 4 guru besar," katanya.***