POJOKSULSEL, MAKASSAR - Almuni Pesantren Aljunaidiyah Biru, kembali menorehkan prestasi di bidang akademik. Tercatat, alumni Pesantren Aljunaidiyah, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah empat orang menjadi guru besar atau profesor.
Sebelumnya, dua alumni Pesantren Aljunaidiyah yang sudah menyandang status "maha terpelajar" adalah Prof Dr Sitti Mania yang menjadi guru besar di Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Prof Dr Rahmat Agus Tasbih.
Dua orang lagi alumni Pesantren Aljunaidiyah yang hari ini mendapat SK sebagai guru besar dan berhak menyandang gelar profesor, masing Prof Dr Alimin M.Ag di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof Dr Muhaemin MA di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.
Baca Juga: Keren! Pelatihan Barista Sistem 3-in-1 di Kabupaten Maros Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha
Kedua profesor, yang merupakan alumni Pesantren Aljunaidiyah, di perguruan tinggi yang berada di lingkup Kementerian Agama ini melengkapi 60 profesor yang menerima SK guru besar hari ini, Selasa (16/1/2023).
Prestasi kedua alumni Pesantren Aljunaidiyah dengan pencapaiannya sebagai guru besar tentunya sangat membanggakan Pesantren Aljunaidiyah.
Ucapan selamat untuk Prof Alimin dan Prof Muhaimin mengalir di whatsapp grup alumni Pesantren Aljunaidiyah. Sebelumnya, Prof Alimin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam Milad ke-54 Pesantren Aljunaidiyah yang dirayakan di Bone.
Baca Juga: SELAMAT! Pj Wali Kota Akbar Ali Parepare Dianugerahi Penghargaan SMSI Award 2023
"Saya minta maaf tidak bisa hadir karena kemungkinan SK saya (profesor) akan keluar dalam beberapa hari ini. Saya tidak bisa tinggalkan Jakarta, apalagi dengan kondisi saya," kata Alimin.
Diketahui, Prof Alimin menderita penyakit glukoma pada matanya yang membuat penghilatannya menurun. Sekarang sudah buta. Tapi, dengan kondisi fisiknya yang buta, tak membuat Prof Alimin berhenti berkarya.
Prof Alimin membuktikan bahwa dengan kekurangan penglihatan, buta total, tidak menghalanginya beraktivitas. Prestasi luar biasa yang ditorehkan Alimin sebelum mendapat gelar profesor adalah berhasil menghafal Alquran 30 juz dalam kondisi buta.
Baca Juga: SMSI Awards 2023, Andi Sudirman Sulaiman Dinobatkan sebagai Tokoh Progresif dan Inspiratif
Kebutaan Alimin sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. "Saya bersyukur jadi begini karena seandainya saya tidak buta, mungkin saya tidak bisa khatamkan hafalan Alquran saya," kata Alimin.
Menurut Alimin, kondisi buta justru membantu dirinya lebih konsentrasi menyelesaikan hafalan. "Tidak banyak godaan dan kita lebih fokus," kata Alimin.
Kisah Prof Alimin yang mampu menyelesaikan hafalan Alquran meski dalam kondisi buta pernah jadi materi pidato ilmiah Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Hamdan Juhannis, beberapa waktu lalu.
Keduanya, Prof Hamdan Juhannis dan Prof Alimin memang bersahabat dan sama sama alumni dari UIN Alauddin Makassar. Prof Hamdan Juhannis menceritakan sahabatnya Prof Alimin di depan forum resmi UIN Alauddin sebagai kisah inspiratif. Tidak ada kata menyerah untuk menuntut kebaikan.
Sehari sebelum keluarnya SK guru besar Prof Alimin, seorang guru besar UIN Syarif Hidayatullah yang ditemui penulis di Makassar, Prod Dr Andi Salman Maggalatung mengatakan bahwa dirinya memastikan SK guru besar Prof Alimin akan segera keluar.
"Sudah mau keluar itu SK nya. Mungkin satu atau dua hari ini," kata Prof Andi Salman Maggalatung.
Kebanggaan lain tentunya juga datang dari Prof Muhaemin. Pejabat di IAIN Palopo ini masih terbilang muda dengan capaian sebagai guru besar. Usia Prof Muhaemin baru menginjak awal 40-an.
"Selamat Adik Muhaemin atas capaiannya," kata seorang senior yang juga pembina di Pesantren Aljunaidiyah Biru.
Baca Juga: Ciri-ciri Perkutut Bangkok yang Bersuara Merdu, Dijamin Makin Betah di Rumah Dengar Anggungannya
Selamat prof, sang maha terpelajar. Semoga ilmu semakin bermanfaat dan berkah. Selamat Prof Alimin dan Prof Muhaemin.(***)



