POJOKSULSEL, MAKASSAR - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, memperkenalkan tiga sosok pada acara dies natalis UIN Alauddin Makassar beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah Ali Akbar.
Tiga sosok yang diperkenalkan Prof Hamdan Juhannis pada dies natalis UIN Alauddin Makassar, yakni Ali Akbar, Muhammad Ilyas Ismail dan Capi.
Prof Hamdan Juhannis mengatakan, jika tiga sosok di atas, yakni Ali Akbar, Muhammad Ilyas Ismail, dan Capi memiliki darma bakti yang menjadi contoh nyata.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Segera Bayar Tiga Bulan Gaji PPPK, Ternyata Ini Penyebab Hingga Terlambat Dibayar
"Secara khusus, izinkan saya menyebut tiga sosok yang mungkin terabaikan dalam memory kita. Tetapi dharma baktinya menjadi contoh nyata," kata Prof Hamdan Juhannis.
Lalu siapa Ali Akbar, Muhammad Ilyas Ismail dan Capi? Apa peran mereka sehingga disebutkan namanya secara khusus pada Dies Natalis UIN Alauddin?
Ali Akbar adalah seorang ajudan rektor. Dirinya sudah mengawal 5 rektor UIN Alauddin Makassar. Mulai dari Prof Azhar Arsyad, Prof Qadir Gassing, Prof Ahmad Thib Raya, Prof Musafir Pababari, dan Prof Hamdan Juhannis.
Ali Akbar adalah alumnus UIN Alauddin Makassar. Ia tercatat sebagai sarjana pendidikan Agama Islam yang lulus pada tahun 2007.
Alumnus MAN Polewali Mandar itu juga menyelesaikan magister Agama Islam di UIN Alauddin Makassar pada tahun 2019. Ali Akbar berasal dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
"Saya ini mulai dipanggil Prof Azhar masuk di UIN pada tahun 2005. SK sebagai ajudan rektor pada tahun 2007," kata Ali Akbar saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Panitia Sesalkan Manajemen Goro Arena, 17th Makassar Koi Show 2023 TERPAKSA Diundur
Ali Akbar menegaskan, jika dirinya memegang teguh pada prinsip bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan.
Sosok kedua yang diperkenalkan Pof Hamdan Juhannis adalah Muhammad Ilyas Ismail. Ia adalah dosen yang menemukan SK pendirian IAIN Alauddin yang sempat tercecer.
"Tanpa beliau, kita tidak mengenal transformasi dari IAIN ke UIN masa pak Prof Azhar. Jadi kalau nanti dalam buku sejarah UIN Alauddin ada pertanyaan siapa menemukan SK tercecer? Jawabannya Pak Ilyas. Terima kasih pak Ilyas," katanya.
Kemudian, sosok yang ketiga adalah Capi yang merupakan pensiunan pegawai UIN Alauddin Makassar yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Pengurus Masjid Agung Sultan Alauddin. ***




