POJOKSULSEL, MAKASSAR - Peringatan hari kemerdekaan Indonesia ada dasarnya dalam Alquran.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Prof Muammar Bakry menjelaskan dasar memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ada dalam Alquran.

Prof Muammar Bakry menjelaskan tentang pergantian siang dan malam bisa menjadi momentum bagi manusia untuk mengingat, mengenang atau berzikir. Termasuk momentum hari kemerdekaan Indonesia.

Dasarnya dalam Alquran terdapat dalam Surah Al Furqan ayat 62, yang artinya sebagai berikut.

Baca Juga: Disetujui Gubernur Sulsel, Muh Husni Syam Akan Dilantik Sebagai Pj Sekda Parepare

"Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur."

Menurut Prof Muammar Bakry pergantian malam dan siang menjadi satu bulan, menjadi satu tahun, menjadi satu dekade, menjadi satu abad, bisa menjadi momentum bagi manusia yang mau mengingat dan mengenang atau berzikir

"Hari ini Kemederkaan Indonesia 17 Agustus, mari kita mengenang dan berzikir," kata Muammar Bakry dalam ceramahnya di akun Facebook MUI Sulsel dilihat pada, Rabu (10/8/2023).

Ia mengatakan, momentum-momentum bagi umat Islam yang beriman tidak akan dilewatkan begitu saja. Kecuali mau mengenang dan berzikir kemudian menambah kesyukurannya.

Baca Juga: Dosen Unsulbar Sampaikan Hasil Riset Potensi Rumput Laut Majene dan Cara Atasi Ombak Besar

"Jadi Kalau ada orang yang memperingati 17 Agustus, itu bagus itu. mengenang pahlawan, mengingat pahlawan dan mendoakan pahlawan," kata Rektor Universitas Islam Makassar itu.

Pada kesempatan yang sama, Prof Muammar Bakry mengatakan, jika peringatan hari kemerdekaan RI Agustus adalah perintah Alquran berdasar pada Surah Al Furqan ayat 62.

"Memang tidak ada dalam Alquran peringati itu 17 Agustus, tidak ada.Tapi secara umum itu ayatnya, ya ini," kata Prof Muammar Bakry.

Ia menjelaskan, pergantian pergantian siang dan malam menjadi momentum, menjadi munasabah, bagi orang yang mau mengenang,yang mau berzikir.

Baca Juga: Bupati Mamuju Minta Ratusan Mahasiswa Unimaju Fokus Lakukan 2 Hal di Lokasi KKN

Begitu juga bagi orang yang mau mengingat betapa susahnya dulu para pahlawan memperjuangkan negara, merebut kemerdekaan dari penjajah.

"Karena itu perlu kita bersyukur, au arada syukura," katanya.

Guru besar hukum Islam kontemporer itu mengatakan, memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan maksud mengenang dan bersyukur hukumnya sunnah.

"hukumnya sunnah, boleh dan berpeluang mendapatkan pahala," kata Muammar Bakry.

Baca Juga: Terbaru! IAIN Parepare Peringkat I PTKIN di Kawasan Timur Indonesia Versi Webometrics

Diketahui, ceramah Muammar Bakry terkait dasar dalam Alquran memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus disampaikan dalam kajian Studi dan Kajian Islam bertajuk Ada apa dengan Bulan Muharram.

Kajian Prof Muammar Bakry berangsung di Masjid Raya Kota Makassar pada 31 Juli 2023. Acara itu disiarkan di Facebook MUI Sulsel.

(***)