POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 10.456 keluarga di Kabupaten Maros akan menerima bantuan sosial tambahan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
PKH merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Maros, Suwardi Sawedi, menjelaskan bahwa keluarga penerima tambahan PKH diprioritaskan dari kalangan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Baca Juga: Selamat Jalan Ketua FKUB Sulsel Prof Wahyuddin Naro. Innalillahi
Penambahan jumlah penerima dilakukan untuk menjamin bantuan lebih merata, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin di daerah.
“Kami tengah melakukan proses pendaftaran dan verifikasi agar data calon penerima sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Ini penting agar bantuan yang diberikan efektif dan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar Suwardi, Selasa (26/11/2024).
Proses verifikasi ini tidak hanya berlaku untuk calon penerima baru, tetapi juga bagi penerima lama. Pemerintah akan melakukan evaluasi melalui mekanisme graduasi bagi keluarga yang dianggap sudah mampu secara ekonomi.
“Bagi penerima lama yang telah mengalami perbaikan kondisi ekonomi, mereka akan diusulkan untuk dikeluarkan dari daftar penerima manfaat. Ini memastikan bantuan tetap tepat sasaran,” tambah Suwardi.
Selain itu, kategori penerima manfaat baru mencakup keluarga dengan ibu hamil, anak sekolah, penyandang disabilitas, lansia, serta keluarga dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Suwardi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan melalui PKH mencakup berbagai komponen, seperti bantuan pangan untuk kebutuhan dasar, dukungan kesehatan ibu hamil dan janin, serta peningkatan kualitas hidup lansia dan penyandang disabilitas.
Proses pendataan dan verifikasi direncanakan berlangsung hingga 18 Desember 2024, memberikan waktu cukup bagi petugas untuk memastikan keakuratan data. Dengan tambahan ini, total penerima BPNT dan PKH di Kabupaten Maros diperkirakan akan mencapai 34.456 keluarga.
“Harapan kami, bantuan ini mampu mengurangi beban ekonomi keluarga miskin, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendorong fokus pada pendidikan serta kesehatan,” tutup Suwardi.
Dengan program ini, pemerintah optimis bisa membantu keluarga-keluarga di Kabupaten Maros keluar dari kemiskinan dan menjalani kehidupan yang lebih layak.
***




