POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 1.195 PPPK Kemenag Sulsel dilantik secara daring oleh Menag RI Yaqut Cholil Qoumas, Selasa (15/8/2023).

PPPK Kemenang Sulsel tersebut mengikuti prosesi pelantikan secara daring di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni, Kabag TU Kanwil Kemenag Ali Yafid, para kepala bidang serta seluruh kepala kantor Kemenag Kabupaten Kota se Sulsel manyaksikan pelantikan PPPK Kemenang Sulsel.

PPPK Kemenag Sulsel yang dilantik telah melalui proses panjang yang bersaing dengan ribuan pelamar lainnya.

Baca Juga: Warga Desa Kalebarembeng Lihat Mayat Terapung di Sungai Salekowa Gowa

Kuota PPPK Kemenag Sulsel tahun 2022 lalu sebanyak 2.139. Sementara, pelamar untuk formasi PPPK Kemenag Sulsel sebanyak 9.544 orang.

Hanya 3.742 berkas pelamar yang memenuhi syarat administrasi. Tidak memenuhi syarat 5.802 orang. Adapun tambahan pelamar memenuhi syarat hasil sanggah sebanyak 45 orang.

Hasil akhir penyaringan PPPK Kemenag Sulsel, akhirnya 1.195 orang dinyatakan lulus.

Hal menggembirakan adalah formasi penyuluh Kemanag Sulsel yang lulus terbanyak se Indonesia.

Baca Juga: RJI Bahas Pentingnya Profesi Pengelola Jurnal Ilmiah Berstandar

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni berpesan supaya para PPPK Kemenag Sulsel supaya tidak berkecil hati jika mendapatkan penempatan yang tidak sesuai harapannya.

“Jangan berkecil hati, dan percalah penempatan PPPK itu bukan skenario dari orang-orang Kanwil tapi itu takdir dari Allah SWT,” ucapnya.

Khaeroni menekankan kepada PPPK Kemenag Sulsel bahwa jika ingin berhasil, maka harus hijrah.

"Kalau saya tidak hijrah ke Sulsel, saya tidak mungkin jadi Kakanwil, makanya jangan protes kalau penempatannya jauh," katanya.

Baca Juga: Innalillah, 2 Santri Al Wasilah Polewali Mandar Korban Kebakaran Meninggal di RSUD Hajjah Andi Depu

Sementara itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas berpesan kepada PPPK yang dilantik supaya eningkatkan kinerja dalam pelayanan publik.

"PPPK yang dilantik hari ini harus smart, moderat, dan juga menjadi problem solver. Ini tiga hal yang harus Anda miliki agar menjadi ASN yang berdaya," katanya,

Ciri khas ASN Kementerian Agama lainnya, lanjut Gus Men, adalah ASN yang moderat. ASN yang memiliki sikap toleran, anti terhadap kekerasan, akomodatif terhadap budaya, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. ***