POJOKSULSEL, MAKASSAR - Verona Films menyambangi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar lewat gelaran cinema talks untuk memperkenalkan film terbaru mereka, “RIBA”.
Acara perkenalan film RIBA berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar menghadirkan langsung produser Titin Suryani bersama para pemainnya.
Sejak awal sesi, atmosfer ruang kuliah terasa berbeda. Mahasiswa Unismuh Makassar tampak antusias menyambut tiga pemeran utama, yaitu Kepin Danu, Pritt Timothy, dan Emilat Morshedi, yang hadir untuk berbagi pengalaman mereka selama proses produksi. Sorakan dan tepuk tangan pecah ketika trailer resmi “RIBA” diputar, menandakan tingginya rasa penasaran terhadap film tersebut.
Baca Juga: Ini Nama-Nama 18 Kepala Kemenhaj Kabupaten Kota se-Sulsel: Ada Sosok Perempuan dalam Daftar
Di sela kegiatan, Eksekutif Produser RIBA, Beny Kunadi, menyebut pertemuan seperti ini membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perfilman. Meski belum ada pembicaraan teknis, ia menegaskan bahwa pintu kerja sama selalu terbuka.
“Belum ada yang dibahas secara detail, tapi kalau ada potensi atau bakat yang bisa disinergikan, tentu akan lebih baik,” ujar Beny di sela kegiatan, Rabu (26/11/2025).
Ia menambahkan, Verona Films tidak membatasi bentuk kolaborasi. Mulai dari ide cerita, kemampuan akting, hingga keahlian teknis produksi, semuanya punya ruang untuk berkembang bersama.
Baca Juga: Nama-Nama 23 Kepala KUA di Sulsel Resmi Dilantik, Ali Yafid Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
“Kalau mereka punya cerita, kemampuan akting, atau skill teknis lainnya, kami siap bekerja sama,” kata Beny.
Melihat sambutan mahasiswa, Beny mengaku terkesan. Ia berharap interaksi langsung seperti ini bisa menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam ekosistem film nasional.
Dari sisi kampus, Dekan FISIP Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, menyambut baik hadirnya insan film dalam ruang akademik. Menurutnya, forum diskusi ini mempertemukan teori yang dipelajari mahasiswa dengan praktik nyata di lapangan.
Baca Juga: H. Ikbal Ismail Resmi Pimpin Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ini Rekam Jejaknya
“Kegiatan seperti ini mendekatkan dunia akademik dengan praktisi perfilman. Sangat relevan dengan kajian di ilmu sosial,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa mahasiswa dapat memahami lebih jauh proses kreatif produksi film, termasuk bagaimana pembuatannya menggabungkan idealisme dengan kebutuhan pasar.
“Mereka bisa melihat bagaimana nilai-nilai idealisme berdialog dengan nilai komersial untuk menghasilkan karya yang tetap kuat dan diterima,” tambahnya.
Film “RIBA” sendiri diadaptasi dari thread viral di platform X (Twitter) yang sudah dibaca lebih dari empat juta kali. Ceritanya mengisahkan keluarga muda yang hidupnya berubah drastis setelah sang kepala keluarga terjerat praktik riba. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 4 Desember 2025.
***


