POJOKSULSEL, MAKASSAR - Siswi SMP Negeri 51 Makassar, Nurul Aini Fahira F., menjadi salah satu model yang tampil dalam ajang Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2026 bertajuk Wastra Heritage Market.
Nurul Aini Fahira F., dipercaya memperagakan koleksi tenun sutra rancangan desainer Idha Jashari pada kegiatan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Nurul Aini Fahira F., merupakan siswi kelas IX C SMP Negeri 51 Makassar dan tergabung dalam Sanggar Frida. Dengan tinggi badan 172 sentimeter, ia telah menekuni dunia modeling sejak berusia enam tahun.
Baca Juga: UIN Alauddin Kembali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai 7 Agustus, Siapkan 37 Prodi Jalur Mandiri
Kesempatan tampil di panggung Wastra Heritage Market menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Fahira sebagai model muda.
Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari ajang yang mengangkat wastra khas Sulawesi Selatan.
"Saya sangat senang dan bangga bisa diberi kesempatan tampil di acara sebesar ini. Rasanya deg-degan, tapi juga bahagia karena bisa memperagakan busana yang begitu indah sekaligus memperkenalkan tenun sutra Sulawesi Selatan kepada banyak orang," kata Fahira.
Menurutnya, ketertarikan terhadap dunia modeling membuatnya terus berlatih sejak kecil.
Ia rutin mengasah kemampuan berjalan di atas catwalk, membangun rasa percaya diri, serta mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya.
Baca Juga: Daftar Pejabat Baru Kemenag Sulbar, Ada yang Dimutasi hingga Naik Jenjang Jabatan
Fahira mengatakan setiap kesempatan tampil selalu menjadi proses belajar. Karena itu, ia berusaha mempersiapkan diri dengan latihan dan menjaga penampilan serta sikap saat berada di atas panggung.
"Sejak kecil saya memang suka dunia modeling. Saya ingin terus belajar supaya bisa menjadi model yang lebih baik lagi. Semoga ke depannya bisa mengikuti lebih banyak fashion show dan membawa nama baik Sanggar Frida, sekolah, serta orang tua saya," ujarnya.
Selain mengembangkan kemampuan di dunia modeling, Fahira berharap semakin banyak anak-anak dan remaja mencintai budaya Indonesia melalui fesyen.
Menurutnya, penggunaan kain tenun menjadi salah satu cara untuk ikut melestarikan warisan budaya daerah.
"Menurut saya memakai tenun bukan hanya membuat kita tampil cantik, tetapi juga ikut melestarikan budaya daerah. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan yang mengenalkan wastra Indonesia kepada masyarakat," tuturnya. ***

