​

POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kodam XIV Hasanuddin bersama tim produksi menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait progres project kolaborasi film TUNGKE: Badik Tak Bertuan. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di Cafe The Icon Makassar.

​Hadir memimpin diskusi, Pabandya Watpres Kodam XIV Hasanuddin Letnan Kolonel Inf. Yoni yang menekankan pentingnya persistensi dalam proses produksi Film TUNGKE: Badik Tak Bertuan, sebagai karya yang sarat akan nilai sejarah dan harga diri masyarakat Sulawesi Selatan ini.
​
"Kita harus terus menjaga semangat dalam diskusi panjang ini. Proyek film TUNGKE: Badik Tak Bertuan bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah misi budaya yang perlu kita kawal hingga tuntas," ujar Letnan Kolonel Inf. Yoni di sela-sela rapat.

Baca Juga: Daftar 15 Madrasah Sulsel Terima Penghargaan Adiwiyata, Bulukumba Paling Banyak

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kesiapan teknis dan non-teknis film tersebut. Diskusi ini turut dihadiri oleh CEO PT Go Talent Academy Indonesia Miftah F. Rahman, selaku mitra strategis pengembangan bakat dan produksi.

​Sutradara Film, Harry Maverick yang memaparkan visi artistik, perkembangan skenario . Sponsor Utama SM Group Yasjudan Andika.

Rapat koordinasi di Cafe The Icon Makassar ini membahas langkah-langkah konkret terkait jadwal syuting, penguatan narasi film, hingga strategi distribusi agar pesan moral dalam film TUNGKE dapat menjangkau khalayak luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Jejak Pengabdian 32 Tahun Marlyn Narai, Dipimpin 12 Kepala Kanwil Kemenag Sulsel
​
Film TUNGKE: Badik Tak Bertuan diharapkan menjadi ikon baru sinema lokal yang mampu merepresentasikan identitas Bugis-Makassar dengan kemasan modern tanpa meninggalkan akar tradisi.
​
Tentang Film TUNGKE: Badik Tak Bertuan merupakan proyek kolaborasi yang mengangkat filosofi badik dan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Menggabungkan unsur laga, Taktik Dan Strategi Militer dan drama, film ini diproyeksikan menjadi medium edukasi sekaligus kebanggaan bagi masyarakat setempat. ***