POJOKSULSEL, MAKASSAR - Generasi z atau populer dengan istilah gen z, sering juga disebut sebagai generasi stroberi.

Generasi stroberi dipilih sebagai simbol gen z, karena karakteristik buah stroberi yang tampak cantik dan memesona dari luar. Namun, mudah hancur.

Begitulah perumpamaan generasi yang lahir antara tahun 1996 hingga 2012. Karakteristik gen z yang kreatif tapi mudah menyerah.

Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Marlyn Patta Sumbung juga menyinggung soal generasi stroberi saat menjadi pembicara di Career Talk Universitas Hasanuddin (Unhas).

Baca juga Kepala Kantor Konsuler Jepang Pengenalana Budaya Hingga Sosialisasi Peluang Beasiswa di SPIDI Maros

Marlyn mengatakan, istilah generasi stroberi kerap melekat pada gen z karena tampak kuat dan eksotis dari luar. Tapi, begitu ditekan akan mudah hancur.

“Ini yang selalu menjadi bias bagi generasi z," kata Marlyn.

Namun demikian, kata Marlyn, gen z memiliki karakteristik yang melek teknologi, multitasking, kreatif, dan memiliki kemauan untuk maju.

Baca juga Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Simak Isi Surat Edaran Bupati Kepulauan Selayar

Menurutnya, karakteristik tersebut adalah potensi generasi z yang banyak dicari perusahaan. Termasuk di PT Mars Symbioscience Indonesia.

"Jadi karakter-karakter gen z tersebut harus dipertahankan dan dimaksimalkan di dunia kerja," kata alumnus Akuntansi Unhas itu.

Terkait, julukan generasi stroberi bagi gen z, Marlyn menegaskan bahwa gen z harus membuktikan bahwa hal tersebut tidak terjadi.

Baca juga Yayasan Daerah untuk Negeri Gandeng BEM FKG Unhas Bincang Karier Kedokteran Gigi

Sementara itu, Pradiazty Ayu selaku people and organization business partner Indonesia PT Mars Symbioscience Indonesia, menjelaskan persiapan generasi z untuk memasuki dunia kerja.

Salah satunya dengan menyiapkan curriculum vitae atau CV pakai CV ATS. Perusahaan biasanya pakai ATS (applicant tracking system).

(***)