POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dalam rangka memperkuat kesiapan pelaksanaan program pembinaan karakter mahasiswa, Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan konsolidasi para Mentor Character Building Training (CBT) pada Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian CBT UIN Alauddin yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 10–11 April 2026, berjalan secara optimal dan terarah.
Konsolidasi ini dihadiri oleh seluruh mentor CBT UIN Alauddin Makassar yang akan terlibat langsung dalam proses pendampingan mahasiswa.
Dalam suasana yang penuh semangat kolektif, para peserta mendapatkan penguatan terkait peran, tanggung jawab, serta pendekatan metodologis dalam membina karakter mahasiswa berbasis nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga reflektif. Para mentor diajak untuk memahami urgensi CBT sebagai bagian integral dari proses pendidikan di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.
Baca Juga: Elang Tiga Hambalang Desak Koordinator Wilayah SPPG Maros Mundur dari Jabatan
CBT dipandang sebagai instrumen strategis dalam membentuk kepribadian mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Ketua CBT UIN Alauddin Makassar, Amiruddin, S.Ag., M.Hi., dalam arahannya menegaskan pentingnya keseriusan para mentor dalam menjalankan tugas pembimbingan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program CBT sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara mentor dan mahasiswa selama proses pelatihan berlangsung.
“Para mentor diharapkan benar-benar serius dalam membimbing dan mendampingi mahasiswa. CBT bukan sekadar kegiatan formal, tetapi merupakan proses transformasi nilai yang membutuhkan keteladanan, kesabaran, dan komitmen,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amiruddin menjelaskan bahwa mentor memiliki posisi strategis sebagai role model. Oleh karena itu, integritas personal dan kemampuan komunikasi menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap mentor dalam membangun relasi edukatif yang efektif.
Baca Juga: Realisasi APBD Pemda di Sulsel Baru 5,6 Persen, Hari Utomo Dorong Percepatan Belanja
Dalam sesi diskusi, para mentor juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan CBT. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesamaan persepsi serta memperkuat koordinasi antar mentor.
Konsolidasi ini juga membahas secara rinci skenario pelaksanaan kegiatan CBT, mulai dari pembagian kelompok, materi pelatihan, hingga mekanisme evaluasi. Dengan demikian, setiap mentor memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap alur kegiatan yang akan dijalankan.
Selain itu, pendekatan partisipatif dan dialogis menjadi salah satu penekanan dalam metode pembinaan. Mentor diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif dan interaktif, sehingga mahasiswa dapat terlibat secara aktif dalam setiap sesi pelatihan.
Program CBT sendiri merupakan bagian dari upaya institusional untuk membangun karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai moral, etika, dan spiritualitas.
Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, pembinaan karakter menjadi dimensi yang tidak terpisahkan dari pengembangan akademik.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan program pembinaan mahasiswa.
Persiapan yang matang diharapkan mampu menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yang diharapkan.
Baca Juga: MUI Sulsel Respons Fenomena Minum Oli Viral di Media Sosial, Muammar Bakry: Hukumnya Haram!
Para mentor yang hadir menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai bahwa konsolidasi semacam ini sangat penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kesiapan sebelum terjun langsung mendampingi mahasiswa.
Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, pelaksanaan CBT pada 10–11 April 2026 diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak signifikan bagi pembentukan karakter mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bukan hanya wacana, tetapi diimplementasikan secara sistematis dan terencana melalui program-program konkret di lingkungan kampus.
Ke depan, Ma’had Al-Jami’ah diharapkan terus mengembangkan model pembinaan yang adaptif dan kontekstual, sehingga mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.
Penulis: Zaenuddin Endy (Tim Humas)



