JANET Cooke, pada tahun 1981, adalah wartawan Washington Post, memberikan pengakuan bahwa ceritanya tentang seorang anak narkoba berusia delapan tahun bernama "Jimmy" yang ditulisnya sebagai artikel, adalah palsu. Cerita itu seharusnya memenangkan hadiah Pulitzer, tetapi setelah kebohongan terungkap, penghargaan bergengsi itu dibatalkan.

Apa itu hadiah Pulitzer? Hadiah Pulitzer adalah penghargaan yang diberikan setiap tahun di Amerika Serikat (AS) untuk prestasi luar biasa dalam bidang jurnalisme, sastra, dan musik. Dianggap sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi dalam dunia jurnalisme dan sastra.

Hadiah itu dinamai sesuai dengan nama Joseph Pulitzer, seorang penerbit dan jurnalis AS yang mendukung pendirian lembaga pemberi hadiah tersebut melalui wasiatnya.

Baca Juga: Cuaca Makassar Hari Ini, Rabu 27 Desember, Pagi dan Siang Hujan Ringan, Siapkan Payung dari Sekarang

Pulitzer memiliki peran signifikan dalam sejarah pers Amerika dan diakui karena usahanya dalam meningkatkan standar jurnalisme.

Sejak didirikan pada 1917, sudah ribuan individu dan organisasi yang telah menerima Hadiah Pulitzer. Jumlah penerima terus bertambah setiap tahun dengan kategori yang mencakup jurnalisme, sastra, dan musik.

Tokoh pertama yang menerima Pulitzer adalah Herbert Bayard Swope. Dianugerahi "Pulitzer Prize" dalam kategori Reportase untuk karyanya di 'New York World' pada tahun 1917. Kriteria penilaian untuk Hadiah Pulitzer bervariasi tergantung pada kategori penghargaan.

Baca Juga: Bawaslu Kota Makassar Akan Rekrut 4.004 Pengawas TPS, Ahmad Ahsanul Fadhil Ajak Warga Berpartisipasi, Berikut Timelinenya

Namun, secara umum, beberapa standar umum yang dipertimbangkan melibatkan keunggulan, kecerdasan, dan ketajaman dalam karya yang dinilai.

Dalam bidang jurnalisme, penilaian juga dapat mencakup keberanian dan dampak pemberitaan terhadap masyarakat. Di bidang sastra, fokusnya pada keindahan prosa, ide-ide mendalam, dan kontribusi terhadap pemahaman manusia.

Juri Hadiah Pulitzer, terdiri dari para profesional berpengalaman di bidang masing-masing, bertanggung jawab untuk menilai karya-karya tersebut dan memilih pemenang. Proses itu melibatkan evaluasi cermat terhadap kualitas dan dampak karya yang diajukan untuk pertimbangan.

Baca Juga: Seleksi Tahap II Calon Petugas Haji Akan Digelar di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, Ada Info Penting untuk Para Peserta!

Banyak wartawan dan media massa yang telah melakukan kesalahan dalam tugas jurnalisme sepanjang sejarah, hadiahnya dicabut.

Kasus yang dialami Janet Cooke 'mengguncang reputasi' Washington Post, melalui artikelnya tentang seorang anak laki-laki Afrika-Amerika berusia delapan tahun yang bernama Jimmy, pecandu narkoba. Namun, setelah artikel tersebut memenangkan hadiah Pulitzer, terungkap bahwa cerita itu adalah palsu (karangan).


Beberapa kesalahan yang dilakukan Cooke termasuk; pemalsuan tokoh, membuat cerita sepenuhnya palsu, dikisahkan dengan sangat rinci dan dramatis, tetapi tidak ada bukti atau kenyataan yang dapat mendukungnya. Dikenai tuduhan manipulasi fakta.

Cooke secara sengaja memanipulasi fakta untuk menciptakan naratif yang lebih dramatis dan mendalam. Seperti temuan di atas, mencakup penciptaan tokoh dan kejadian yang tidak pernah ada.

Akibatnya terjadi penyimpangan pada standar Jurnalisme. Melanggar prinsip-prinsip dasar jurnalisme, termasuk keakuratan, kebenaran, dan integeritas.
Seorang wartawan diharapkan untuk bisa menyelidiki dan melaporkan fakta secara obyektif, tetapi Cooke jelas tegas melanggar norma-norma itu.

Baca Juga: Pantau Gereja Katedral di Makassar, Plh Dirjen Adwil Kemendagri Apresiasi Pengamanan Natal di Sulsel

Penerima penghargaan Pulitzer untuk kategori "Feature Writing" pada 1981. Penghargaan itu kemudian dibatalkan setelah kebohongan terungkap. Bahkan dirinya dikenai tudingan ketidakjujuran dan plagiasi.

Plagiasi dalam beberapa artikel yang sebelumnya ditulis. Plagiasi merupakan bagian pelanggaran etika jurnalisme yang terbilang serius.

Sudiang, 11 Desember 2023
Zulkarnain Hamson
Direktur ZH Konsultan Jurnalisme & Media