POJOKSULSEL, PINRANG - Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo-SP Sulsel Sultan Rakib menjadi pembicara di forum Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) Daerah Sulsel di Kabupaten Pinrang, Senin (21/8/2023).

Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) Daerah Sulsel, masing-masing Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Diskominfo-SP Sulsel, Polda Sulsel dan lain sebagainya.

Selain Sultan Rakib, sosialisasi bertajuk waspada penipuan berkedok investasi juga mengundang 2 pembicara lainnya.

Masing-masing Kepala OJK regional 6 Sulampapua Darwisman dan Kepala Unit 2 sub Ditreskrimsus Polda Sulsel AKP Kamaluddin.

Baca Juga: Keren! Srikandi Ganjar Sulsel Sasar Milenial Sosialisasi Pentingnya PHBS

Menurut Sultan Rakib, hal yang membuat masyarakat gampang tergiur investasi bodong karena bertemunya tiga titik.

Titik pertama adalah kemajuan dan akselerasi transformasi digital, titik kedua adalah gaya masyarakat yang selalu mau kelihatan 'wah'.

Sementara, titik ketiga adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang literasi digital, termasuk literasi digital keuangan.

"Harus waspada sekarang. Pelaku kejahatan tipu tipu gampang memasuki HP bapak ibu," kata Sultan Rakib.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Jembatan Pacongkang yang Akan Diresmikan Gubernur Sulsel Hari Ini

Karena itu, Sultan Rakib mengajak kepada masyarakat agar supaya bijak dalam menggunakan sosial media.

"Jangan biarkan jempol kita mengalahkan pikiran kita," imbau Sultan Rakib.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 6 Darwisman menganalogikan bahwa investasi online bodong saat ini, sama jenisnya investasi kosping era tahun 1990-an silam di Kabupaten Pinrang.

“Makanya masyarakat jangan percaya dan selalu siap menginvestasikan dananya di investasi bodong. Itu sama dulu ya di sini Kospin. Itu sama pak ibu,” ujar Darwisman.

Baca Juga: 5 Kabupaten Terluas di Provinsi Sulsel, Makassar dan Gowa Urutan Berapa?

Darwisman mengatakan, hanya 102 perusahaan investasi online yang di bawah pengawasan OJK saat ini. Tapi faktanya ada 3.000 an jasa investasi bodong beredar.

Karena itu, Darwisman mengajak masyarakat supaya bijak dalam memilih perusahaan investasi online. Salah satu yang penting diperhatikan adalah memiliki izin OJK. ***