POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekelompok warga Kabupaten Bulukumba, tanam pisang di Poros Parukku, Desa Bulo Lohe, Kecamatan Rilau Ale, Rabu (17/4/2024).
Warga tanam pisang di Poros Parukku, sebagai bentuk protes jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Bulukumba.
Tanam pisang di Poros Parukku diawali dengan unjuk rasa ratusan warga empat desa, yakni Desa Bulo Lohe, Desa Anrang, Desa Tamaona, dan Desa Kindang tuntut perbaikan jalan rusak di wilayah tersebut.
Baca Juga: 14 Hari Jabat Plt Kakanwil Kemenag Sulbar, Syamsul Sampaikan Beberapa Hal Penting Ini
Koordinator unjuk rasa, Syahrul mengatakan, sekitar 300 warga dari empat desa melakukan demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Poros Paruku - Kindang.
Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bulo Lohe, Anrang, Tamaona, dan Kindang Bersatu.
"Kita sudah mengusulkan beberapa kali Musrembang di periode sebelumnya, sebelum Andi Utta terpilih. Kemudian Pak Andi Utta pernah mengatakan akan menjadikan ruas Parukku - Kindang sebagai prioritas pengerjaan ruas jalan atau pengaspalan," kata Syahrul kepada wartawan pojoksulsel pada Rabu sore via sambungan telepon.
Baca Juga: PTKIN Pertama di KTI, UIN Alauddin Makassar Terakreditasi Unggul dengan Nilai 367
Namun demikian, kata Syahrul, perbaikan jalan rusak di Poros Parukku- Kindang tidak kunjung dilakukan. Hal itulah yang menjadi tuntutan warga yang melakukan unjuk rasa.
"Kami mempertanyakan kenapa sampai hari ini belum terealisasi. Hanya ada isu berkembang soal usulan ditolak, dialihkan. Itu kan tidak menjadi kejelasan bagi kami," kata dia.
Lebih jauh Syahrul menjelaskan, demonstrasi warga sebagai ultimatum ke Pemkab Bulukumba untuk segera melakukan perbaikan jalan di Poros Parukku - Kindang.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Kini Terakreditasi Unggul, Selamat!
Dirinya menegaskan bahwa jika Pemkab Bulukumba tidak segera melakukan tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Maka, pihaknya akan terus melakukn demonstrasi.
"Kami sempat diskusi dengan Kadis PU, bahwa kami memberikan dalam kurun waktu kurang lebih sebulan," ujar Syahrul.
"Jika tidak ada tindak lanjut diberikan kepada kami sebagai kesimpulan dari aksi kami, maka kami akan melakukan aksi kami," kata dia.
Ia menjelaskan, jika kondisi Poros Parukku - Kindang terakhir diperbaiki tahun 2006 lalu. Sehingga, kondisi jalan sudah banyak yang berlubang.
Ia mengatakan, jalan rusak di poros Parukku - Kindang sepanjang 20 kilometer. Keruakan terparah berada di Dusun Parukku dan Desa Kindang. ***




