POJOKSULSEL.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare Taufan Pawe membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Kepribadian dan Sosial dengan Pendekatan Akhlaqul Karimah pada Guru TK, SD/MI, SMP/MTS se- Kota Parepare.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Senin 7 Agustus 2023.

Bimtek ini dilaksanakan oleh Majelis Anak Saleh Parepare dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare.

Baca Juga: Alhamdulillah... 381 Honorer Luwu Utara Terima SK PPPK, yang Tidak Lulus Ini Pesan Bupati Indah

Taufan Pawe mengaku, Majelis Anak Shaleh (MAS) sebagai wadah dalam menghimpun potensi peserta didik dengan melakukan uji kemampuan melalui kompetisi dan perlombaan.

Dengan demikian, kata Taufan Pawe, kelompok ini membawa misi yang sangat mendasar terkait pentingnya memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Alquran sejak usia dini.

Taufan Pawe berharap, keberadaan MAS terus berkontribusi dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya kepribadian yang religius pada anak-anak TK, SD/MI, SMP/MTS.

Baca Juga: Nirwan Arsuka Meninggal, Tokoh Literasi Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia Meninggalkan Kenangan Baik

"Pelaksanaan bimtek seperti ini memiliki arti yang sangat penting, karena dengan Bimtek ini peserta lebih memahami terkait dengan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial," beber Taufan Pawe.

Taufan Pawe menambahkan, ada dua hal yang harus dimiliki oleh para guru di Parepare.

Mengenai pengarusutamaan Pancasila, guru membutuhkan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.

Baca Juga: Tim BPKP Sulsel Temui Basli Ali Bahas Evaluasi Optimalisasi Garam Rakyat

Kompetensi kepribadian, menurut Taufan Pawe, mengacu pada bagaimana seorang guru bertindak sesuai dengan norma agama, norma hukum, norma sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.

Selain itu, pada poin kompetensi kepribadian, guru juga harus menjadi panutan bagi siswanya untuk menampilkan pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan menjadi teladan bagi para peserta didiknya.

"Kompetensi yang kedua ialah kompetensi sosial. Kompetensi ini meliputi perilaku seorang guru dalam berinteraksi dengan sekitarnya. Bagaimana guru bersikap objektif dan tidak diskriminatif," ungkap Taufan Pawe.

Baca Juga: Daftar Bacaleg DPRD Makassar Tidak Memenuhi Syarat Hasil Vermin Perbaikan dari 7 Parpol

Oleh karena, tambah Taufan Pawe, keberhasilan pembelajaran dapat dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian guru.

Guru, kata Taufan Pawe, yang memiliki kompetensi kepribadian baik, akan mampu mengelola pembelajaran dengan baik pula, termasuk kemampuannya dalam berinteraksi dengan peserta didik. ***