POJOKSULSEL, POLEWALI MANDAR - Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik terkait pengelolaan sampah terpadu.
Sebanyak 16 mahasiswa akan melaksanakan KKN tematik tentang pengelolaan sampah pada dua titik di Kabupaten Polewali Mandar
Belasan mahasiswa Unasman itu mulai menjalankan KKN tematik pengelolaan sampah mulai 26 September mendatang.
Baca Juga: Nama-Nama 14 Ketua Pembina Posyandu Kecamatan di Kota Makassar yang Baru Dikukuhkan
Adapun dua lokasi mahasiswa KKN tematik Unasman, yaitu di BTN Al Ikhlas Matakali dan Lingkungan Stadion Polewali.
Unasman menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polman untuk memberikan pembekalan kepada belasan mahasiswa KKN tematik.
Pembekalan KKN tematik Unasman tersebut dibuka oleh Pj Sekda Polman I Nengah Sumadana pada Selasa (24/9/2024).
Baca Juga: Danny Pomanto Teken Perjanjian Kerjasama PSEL Kota Makassar, Akhir Tahun Ground Breaking
Pembekalan KKN tematik Unasman turut dihadiri oleh Asisten II Setda Polman, sejumlah kepala OPD, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), Babinkantibmas, pihak perumahan, hingga perwakilan kelurahan.
Pada kesempatan itu, I Nengah Sumadana menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Ia mengakui bahwa persoalan sampah memang pelik di Polman. Pemerintah sudah 3 tahun lebih mencari formulasi penanganan sampah supaya masalah ini cepat selesai.
Baca Juga: Guru Besar Termuda Unhas Masuk Daftar 2 Persen Ilmuan Berpengaruh Dunia
"Ucapan terima kasih kepada Unasman sudah ikut berpartisipasi," kata I Nengah Sumadana dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Kepala LPPM Unasman, Basri mengharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat terkait pengolahan sampah.
Menurut Basri, permasalahan sampah di Polewali Mandar masih menjadi tantangan besar, terutama dalam pengelolaan sampah di kawasan publik.
Salah satu contoh nyata adalah di Pasar Terminal Lama, Pasar Wonomulyo, Pantai Polewali dan beberapa tempat lainnya.
Masalah utamanya adalah pengelolaan sampah masih menghadapi kendala dalam hal penanganan dan pewadahan sampah yang kurang memadai.
Baca Juga: 729 Peserta Ikuti Kemah Lomba Pramuka Penegak Tingkat Nasional di Kabupaten Maros
Sampah sering kali menumpuk di beberapa titik dan tidak terkelola dengan baik, menyebabkan pencemaran lingkungan serta potensi risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, ia menegaskan, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
Hal itu pula yang mendorong Unasman melaksanakan KKN tematik terkait pengelolaan sampah. Meskipun masih dalam skala kecil.
Baca Juga: 4 Pejabat Pemprov Sulsel akan Dikukuhkan sebagai Pjs Bupati Sore Ini, Berikut Nama-Namanya
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, seperti yang dilakukan Universitas Al Asyariah Mandar bersama DLHK, menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.
Dengan keterlibatan mahasiswa, diharapkan ada perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah, mulai dari kesadaran hingga penerapan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.
***




