POJOKSULSEL, KULON PROGO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kokap menggelar Pelatihan Penyusunan Teks Ceramah Moderat bagi Pemuka Agama Lintas Iman di Balai Nikah KUA Kapanewon Kokap, Rabu (5/8/2026).
Pelatihan Penyusunan Teks Ceramah Moderat diikuti para pemuka agama lintas iman se-Kapanewon Kokap sebagai upaya memperkuat kerukunan dan meningkatkan kapasitas penyusunan materi ceramah yang moderat, inklusif, serta mendorong harmoni di tengah masyarakat.
Kepala KUA Kapanewon Kokap, Muhamad Sururudin, membuka kegiatan Penyusunan Teks Ceramah Moderat. Program ini juga didukung mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga yang bertugas sebagai fasilitator selama pelatihan.
Baca Juga: Tasming Hamid Apresiasi Edukasi Keuangan OJK untuk Perkuat Literasi Masyarakat Parepare
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kulon Progo, Surahmanto, mengatakan toleransi tidak cukup dimaknai sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja sama, dialog, dan pembangunan rasa saling percaya di tengah masyarakat.
"Toleransi sejati adalah kesediaan bekerja sama, berdialog secara setara, dan membangun rasa saling percaya lintas iman," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Surahmanto, penguatan kerukunan membutuhkan sinergi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga agar potensi konflik sosial akibat perbedaan dapat diminimalkan.
Baca Juga: 57 Persen Proyek Jalan MYP Sulsel Sudah Berjalan, 36 Jalan Provinsi Lainnya Tahap Perencanaan
Sementara itu, dosen Program Magister Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga, Eric Kunto Aribowo, memaparkan pentingnya penggunaan bahasa yang inklusif dalam ceramah keagamaan.
Eric Kunto Aribowo mengingatkan agar para pemuka agama menghindari penggunaan diksi yang dapat memicu peminggiran atau pelabelan terhadap kelompok lain.
"Bahasa yang digunakan dalam ceramah seharusnya mampu merangkul, bukan membangun sekat di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Mutasi Polri Terbaru: Daftar 14 Kapolres Baru dan 2 Wakapolda yang Ditunjuk Kapolri
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga menyusun draf materi ceramah yang kemudian dievaluasi menggunakan tiga prinsip, yakni aman bagi iman, aman bagi orang lain, dan aman bagi kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini diikuti perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Hargorejo, Muhammadiyah Hargorejo dan Hargotirto, Gereja Katolik Ngaseman, serta GKJ Ngulakan.
Melalui pelatihan ini, penyelenggara berharap para pemuka agama dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kulon Progo.***




