POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perguruan tinggi keagamaan di Sulawesi kembali menambah jajaran profesor. Sebanyak enam dosen dari Universitas Islam Negeri Palopo atau UIN Palopo, Institut Agama Islam Negeri Bone (IAIN Bone), dan IAIN Parepare resmi menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Agama periode ketiga tahun 2026.

Dari enam dosen yang menerima KMA Guru Besar Rumpun Agama, tig a berasal dari UIN Palopo, dua dari IAIN Bone, dan satu dosen dari IAIN Parepare.

Adapun tiga dosen UIN Palopo yang resmi menyandang jabatan guru besar yakni Dr. Helmi Kamal, M.H.I., Dr. Baso Hasyim, M.Sos.I., dan Dr. Rahmawati.

Baca Juga: Harkopnas ke-79, Dekopinda Maros Kukuhkan Pengurus Baru, Chaidir Syam Dorong Koperasi Go Digital

Sementara itu, IAIN Bone menambah dua guru besar baru, yaitu Dr. Muslihin Sultan, S.Ag., M.Ag., dan Dr. Abdul Hakim, S.Ag., M.Ag.

Sedangkan IAIN Parepare menambah satu guru besar melalui penetapan Dr. Iskandar, S.Ag., M.Sos.I.

Penyerahan KMA Guru Besar rumpun Agama dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: MAN 2 Polewali Mandar Sambut 113 Murid Baru Lewat Matamuda 2026, Ini Pesan Kemenag Sulbar

Sebanyak 119 akademisi menerima KMA Guru Besar Rumpun Agama pada periode ketiga tahun 2026.

Rinciannya, 113 orang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sedangkan enam lainnya berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para guru besar agar tidak menjadikan jabatan profesor sebagai akhir dari pencapaian akademik. Menurutnya, seorang guru besar harus mampu memberikan manfaat nyata melalui karya ilmiah, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Diskopurindag Maros dan Elnusa Petrofin Salurkan Bantuan Peralatan untuk UMKM

"Guru besar harus menghadirkan dampak. Jangan berhenti pada gelar, tetapi terus menghasilkan karya, penelitian, buku, serta menjadi teladan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," ujar Nasaruddin Umar.

Secara nasional, sebanyak 119 akademisi menerima KMA Guru Besar Rumpun Agama pada periode ini. Rinciannya, 113 orang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), sedangkan enam lainnya berasal dari perguruan tinggi keagamaan Hindu dan Kristen.

Menag juga mengungkapkan jumlah guru besar di lingkungan Kementerian Agama terus mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan jumlah profesor di lingkungan perguruan tinggi keagamaan mencapai sekitar 2.500 orang.

Meski demikian, Nasaruddin menegaskan peningkatan jumlah guru besar harus dibarengi kualitas akademik, integritas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Ia juga mendorong para profesor memperkuat publikasi ilmiah, kolaborasi riset lintas disiplin, serta terlibat aktif dalam penyusunan kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat. ***