POJOKSULSEL, BULUKUMBA – Suasana berbeda terasa di Aula Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 1 Bulukumba, Kamis (22/5/2025). Bukan pelajaran biasa yang didapat para siswa hari itu. Sebanyak 67 pelajar dari kelas X dan XI, yang juga merupakan pengurus organisasi intra madrasah, mendapat suntikan pemahaman penting: bahaya narkoba dan dampak perundungan (bullying) di kalangan remaja.

Kegiatan bertajuk “Anti Narkoba dan Anti Bullying” ini merupakan hasil kolaborasi MAN 1 Bulukumba dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bulukumba. Tujuannya jelas, melindungi generasi muda dari ancaman nyata di sekitar mereka.

Kepala MAN 1 Bulukumba, H. Syarifuddin, membuka langsung kegiatan Anti Narkoba dan Anti Bullying dengan pesan kuat bagi para peserta.

Baca Juga: Terbaru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ini Daftar 28 PTKIN Akreditasi Unggul di Indonesia

“Kerja sama ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda. Saya berharap seluruh peserta mengikuti dengan serius, karena materi ini sangat penting sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya dilansir laman Kemenag Sulsel,

Acara berlangsung interaktif dan sarat pembelajaran. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ihsan Ashadi, dan Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas, Andi Muhammad Tasmira, turut hadir dan memberikan pengantar. Mereka menekankan bahwa pembentukan karakter tak bisa ditunda, apalagi dalam era digital yang serba cepat.

Yang menarik, tiga narasumber dari Lapas Bulukumba hadir bukan untuk sekadar ceramah. Mereka membagikan realitas, apa yang terjadi di balik jeruji akibat penyalahgunaan narkoba dan kekerasan.

Baca Juga: Potret Desa Lempangan Gowa, Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Nyaris Nol Kini Jadi Pelopor RBI

Bahtiar, S.H., menjelaskan peran Lapas dan kisah nyata warga binaan. Rinal, S.Kep., Ners., M.Kep., memaparkan dampak medis hingga sosial dari narkoba, sementara Abrar Bahtiar, S.Pd., menyentuh sisi kemanusiaan lewat edukasi soal empati dan anti-bullying.

Tak hanya teori, siswa juga diajak ambil bagian langsung lewat tes urine acak. Dua siswa yang terpilih menunjukkan hasil negatif, pertanda baik bahwa lingkungan madrasah bersih dari narkoba.

Dihubungi terpisah, Kepala Lapas Bulukumba, Akbar Amnur, menyampaikan menyampaikan dukungan dan komitmennya terhadap kolaborasi lintas lembaga.

Baca Juga: Pelantikan dan Temu Alumni PMII Gowa Digelar Sabtu Malam, Ketum PB PMII Dijadwalkan Hadir

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga ke depan, program seperti ini bisa terus ditingkatkan demi membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan kekerasan sosial,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen MAN 1 Bulukumba dalam pendidikan karakter, membangun siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara moral.

Karena di luar angka dan nilai rapor, ada hal yang lebih penting: masa depan yang bebas dari jeratan narkoba dan budaya kekerasan.

***