POJOKSULSEL, MAROS - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 resmi dibuka di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu pekan lalu.
Pembukaan TMMD ke-125 ditandai dengan apel upacara di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale.
Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Maros hadiri TMMD ke-125 di Lapangan Upacara Pallantikang.
Chaidir Syam mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD kali ini difokuskan di Kecamatan Mallawa, tepatnya di Desa Batu Putih dan Kelurahan Sabila.
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Sulsel Terus Susut, Ini Datanya
Wilayah tersebut dipilih karena masih memiliki keterbatasan akses dan infrastruktur dasar.
"Sasaran kita TMMD tahun ini berada di Desa Batu Putih dan Kelurahan Sabila. Di sana masih ada jalur antar desa yang belum terbuka. Lewat TMMD ini, Insya Allah jalur itu akan dibuka sepanjang 1,3 kilometer,” ujar Chaidir Syam dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Selain membuka akses jalan, program TMMD juga menyasar berbagai pembangunan infrastruktur penting lainnya, seperti pembuatan lima unit sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyuluhan kesehatan dan kegiatan sosial bagi warga.
Sebanyak 150 personel TNI dari Kodim 1422 Maros dilibatkan dalam program ini, dengan dukungan aktif dari masyarakat setempat.
Baca Juga: Sekda Sulsel Sorot Anomali Harga Beras Mahal Saat Over Stok, Jufri Rahman: Lepas ke Pasar Saja!
Sedikitnya 1.000 kepala keluarga di dua wilayah sasaran akan merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut.
Pembukaan TMMD juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pemasangan pita kepada perwakilan prajurit, serta penyerahan alat kerja sebagai simbol dimulainya program.
Usai apel pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Program TMMD ke-125 ini didanai dengan anggaran sebesar Rp1,5 miliar yang bersumber dari kolaborasi pemerintah dan TNI.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, TMMD diharapkan tidak hanya membuka akses fisik, tetapi juga mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa di wilayah.
***




