PAREPARE, SULSEL.POJOKSATU.id - Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Kota Parepare (Pemkot Parepare) resmi bergulir. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah/janji sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, hingga Fungsional di Auditorium BJ Habibie.

Di balik rotasi birokrasi ini, ada sejumlah pesan tegas yang disampaikan, mulai dari komitmen transparansi tanpa mahar hingga tuntutan gerak cepat merealisasikan program prioritas masyarakat.

Dalam sambutannya, Tasming menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang mengemban amanah baru. Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada ASN yang belum mendapat promosi, mengalami pergeseran posisi, maupun demosi.

Menurutnya, perombakan ini murni bagian dari dinamika organisasi pemerintahan untuk mengoptimalkan kinerja birokrasi, bukan atas dasar suka atau tidak suka (like and dislike).

"Secara pribadi, tentu saya menginginkan yang terbaik untuk seluruh ASN. Namun, karena keterbatasan formasi jabatan dan roda pemerintahan harus terus bergerak, kami harus mengambil keputusan ini. Terlebih, 18 program prioritas janji politik kami bersama Pak Wakil Wali Kota yang harus segera direalisasikan dan menjadi perhatian utama," ujar Tasming Hamid.

Para pejabat yang baru dilantik juga diminta langsung tancap gas menyelaraskan tugas mereka dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare.

Salah satu sorotan utama dalam pelantikan ini adalah penegasan Tasming terkait integritas proses seleksi hingga asesmen jabatan. Ia mengaku sengaja menghindari pertemuan personal dengan para kandidat calon pejabat demi menutup celah spekulasi negatif.

"Saya tidak ingin bertemu karena tidak mau ada kesan transaksional. Lillahi ta'ala, tidak ada bayar-bayar dalam proses ini. Jika ada pihak yang merasa dimanfaatkan oleh oknum tertentu, saya jamin itu tindakan oknum tak bertanggung jawab. Segera laporkan langsung kepada saya," tegasnya.

Bagi ASN yang belum berkesempatan mendapatkan promosi kali ini, Tasming meminta agar tetap optimis, meningkatkan kualitas kerja, serta menjaga pelayanan publik. Peluang promosi dipastikannya masih terbuka lebar di masa mendatang.

Kendati demikian, bagi mereka yang telah dilantik, evaluasi kinerja berkala akan terus dilakukan. Tasming mengingatkan bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

"Kepada semua yang dilantik, selamat bekerja. Jadikan momentum ini sebagai bentuk penerimaan amanah besar yang tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat. Buktikan dengan kerja nyata," tambah Tasming.

Ia juga mengibaratkan para pejabat sebagai pamong senior yang sudah matang dalam birokrasi.

"Oleh karena itu, maksimalkan seluruh potensi yang ada. Saya tidak perlu mengajari ikan berenang. Bapak dan Ibu sekalian sudah lama menjadi pamong. Bapak dan Ibu sekalianlah yang menjadi ujung tombak realisasi program kita ini. Jika kinerja maksimal, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya," jelasnya.

"Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada yang mendapat amanah baru, dan mohon maaf bagi yang belum berkesempatan atau harus berpindah posisi. Ini bukan soal suka atau tidak suka (like and dislike), melainkan murni demi kebutuhan efektivitas birokrasi," pungkas Tasming.