POJOKSULSEL, BULUKUMBA - Pentas seni bertajuk Swara Kebun telah sukses digelar di Kebun Bersama, Bonto Sunggu, Bulukumba, pada Jumat (16/1/2026).

Swara Kebun digagas Andi Ichdar Yeleng ini menghadirkan konsep baru, yaitu seni berinteraksi langsung dengan alam, menarik partisipasi kelompok seniman Empat Memandang Rupa dari Makassar.

Sebelum acara berlangsung, Andi Ichdar Yeleng telah sebanyak tujuh kali menghubungi tim seniman untuk memastikan segala persiapan berjalan lancar, mencerminkan keseriusan dalam menyelenggarakan perjumpaan seni dan alam yang dinantikan.

Acara ini membawa seni keluar dari ruang galeri yang tertutup ke alam terbuka, menjadikannya hidup dan bisa "berkomunikasi" langsung dengan lingkungan sekitar.

Swara Kebun tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, melainkan ruang kreatif kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai disiplin seni seperti musik, tari, teater, visualisasi, dan performance art.

Baca Juga: Tasming Hamid Dorong Sinergi OPD dalam Musrenbang RKPD 2027 Parepare

Sebagai konsep acara yang digelar setiap bulan ganjil, Swara Kebun mengubah kebun menjadi panggung yang menghubungkan kreativitas manusia dengan alam.

Kelompok Empat Memandang Rupa yang terdiri dari Achmad Fauzi, Alan Tola, Asman Jasmin, dan Ahmad Anzul, membawa misi "menyapa seni, menyapa jiwa" untuk menggali filosofi tradisional Bugis Makassar dan menghubungkannya dengan isu-isu kontemporer.

Menurut Andi Ichdar, model kolaboratif yang diusung Swara Kebun menarik minat pelaku dan penikmat seni. Acara ini menjelajahi tema budaya, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan alam, menciptakan pengalaman artistik dan ekologis yang utuh dari perpaduan seni, ruang alam terbuka, kebun tepi sungai, dan budaya lokal.

Swara Kebun bukan sekadar menampilkan karya seni, melainkan menciptakan makna yang lebih kaya dan ekspresi kreatif yang tak terduga.

Acara ini mengajak kita untuk berpikir: apakah masa depan seni lebih hidup ketika tumbuh bersama alam, bukan hanya digantung di dinding galeri?. ***