POJOKSULSEL, GOWA - Pengelolaan zakat di Kabupaten Gowa kini makin modern. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari STIE Tri Dharma Nusantara bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan Sistem Informasi Zakat bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Babul Firdaus, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu.

Program Informasi Zakat bagi UPZ mendapat dukungan hibah dari Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025.

Kegiatan program Informasi Zakat bagi UPZ diawali dengan sosialisasi dan edukasi zakat kepada warga sekitar masjid.

Baca Juga: Dies Natalis ke-37, Polipangkep Mantapkan Peran sebagai Kampus Vokasi Unggulan

H. Suharli selaku Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Gowa menegaskan, zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga ibadah sosial yang mempererat silaturahmi sekaligus mengurangi kesenjangan.

“Zakat berhubungan erat dengan kesejahteraan sosial, distribusi kekayaan, hingga pengentasan kemiskinan. Karena itu edukasi zakat sangat penting agar kesadaran masyarakat meningkat,” ujarnya.

Sosialisasi ini turut dihadiri Lurah Batangkaluku H. Muh. Jufri, Ketua Pengurus Masjid Babul Firdaus H. Sugirman Djaropi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga: Sulsel Raih Penghargaan Daerah Peduli Ketahanan Pangan di Ajang Nasional

Ketua Tim PKM, Agussalim Rahman, menjelaskan program ini akan berlanjut pada pelatihan konsultan zakat, pendataan muzakki, munfiq, dan mustahik, hingga penerapan sistem digital.

“Dengan Sistem Informasi Zakat, masyarakat bisa mengakses data muzakki dan mustahik secara transparan. Pengelolaan UPZ pun akan lebih efisien, efektif, dan akuntabel,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap UPZ sekaligus meningkatkan peran zakat dalam mendukung kesejahteraan sosial di Gowa. ***