POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene (STAIN Majene) resmi menambah satu guru besar baru di penghujung tahun 2025. Sosok yang mendapat amanah akademik tertinggi itu adalah Prof. Dr. Muliadi, S.Ag., M.Sos.I.

Pengangkatan Prof Muliadi sebagai guru besar STAIN Majene, ditetapkan setelah Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) bersama Tim Penilai Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen rumpun ilmu agama Kementerian Agama menuntaskan proses penilaian untuk periode kedua tahun 2025.

Prof Muliadi merupakan guru besar keenam yang dimiliki STAIN Majene sejak kampus itu berdiri pada tahun 2016. Prof Muliadi adalah guru besar dalam bidang ilmu Sosiologi Dakwah.

Baca Juga: Kodau II Mulai Bangun Satuan Pelayanan Gizi di Maccopa, Target Layani Ribuan Warga Januari 2026

Ketua STAIN Majene, Prof Wasilah Sahabuddin, menyambut gembira penambahan satu guru besar baru di kampusnya pada akhir tahun 2025.

Prof Wasilah Sahabuddin menyebut capaian tersebut bukan hanya prestasi individu, tetapi juga bagian dari arah besar penguatan mutu akademik yang sedang dijalankan STAIN Majene.

Menurut Prof Wasilah Sahabuddin, peningkatan jumlah profesor memang menjadi salah satu fokus programnya sejak awal memimpin kampus tersebut.

Baca Juga: Respons Cepat Pemprov Sulsel di Aceh: Cerita Lapangan Tenaga Medis dan Peringatan Risiko Pascabencana

Ia mendorong percepatan kompetensi dosen, khususnya akselerasi dari jenjang lektor kepala menuju guru besar.

“Kita memang sejak awal menargetkan peningkatan kompetensi dosen. Dari lektor kepala ke guru besar itu jalur yang harus diperkuat, dan alhamdulillah tahun ini ada tambahan lagi,” ujarnya.

Guru besar UIN Alauddin Makassar itu menilai bertambahnya jumlah guru besar akan memperkuat kapasitas keilmuan, meningkatkan reputasi akademik, dan membuka peluang riset yang lebih luas bagi sivitas akademika STAIN Majene.

Baca Juga: Peringatan Keras Wali Kota Makassar Soal Parkir Liar di Terowongan MP!

Sementara itu, Prof Muliadi menceritakan bahwa proses yang ia jalani mengikuti regulasi yang berlaku. Tahapan dimulai dari pemeriksaan portofolio, termasuk pemenuhan syarat khusus berupa artikel bereputasi Scopus.

Setelah itu, dokumen-dokumen yang diajukan menjalani review ketat sebelum akhirnya dinyatakan lolos.

“Setelah dinyatakan memenuhi syarat, saya mengikuti uji kompetensi bulan lalu di Jakarta. Itu bagian penting yang harus dilewati di Kementerian Agama,” ujarnya.

Hasil uji kompetensi tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) yang menetapkan dirinya sebagai guru besar baru STAIN Majene.

Ia menambahkan, keputusan KMA periode kedua tahun ini mencakup lebih dari seratus nama. Dari STAIN Majene, hanya dirinya yang dinyatakan lolos sebagai guru besar pada periode tersebut untuk bidang Sosiologi Dakwah.

Dengan pengangkatan ini, Prof Muliadi menjadi guru besar keenam yang lahir dari STAIN Majene. Sebelumnya, kampus ini telah melahirkan deretan profesor seperti Prof Nafis Djuani, Prof Anwar Sewang, Prof KH Mawardi Djalaluddin,, Prof Baharuddin, dan Prof Anwar Sadat.

“Saya ini guru besar keenam yang orisinil dari STAIN Majene,” tutur Muliadi.

***