POJOKSULSEL, BANTAENG - SMP Negeri 1 Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, adaptif, dan berkarakter. Pihak sekolah resmi mengikutsertakan tiga program inovasi unggulan, yakni Sadar Budaya, Aksi Numerasi, dan Tongsis pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026

Sadar Budaya, Aksi Numerasi, dan Tongsis adalah tiga program inovasi yang dirancang SMP Negeri 1 Tompobulu untuk menjawab tantangan literasi budaya, penguatan kemampuan numerasi, hingga pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Tiga program inovasi tersebut telah dicanangkan di lingkungan SMP Negeri 1 Tompobulu sejak tahun 2024.

Inovasi pertama, Sadar Budaya adalah singkatan dari Satu Hari Belajar dan Bermain Budaya Daerah.

Sadar Budaya mengusung konsep pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) berbasis pengalaman (experience-based learning).

Baca Juga: Kota Parepare Masuk 10 Besar Disdukcapil Prima Award 2026, Satu-satunya dari Indonesia Timur

Program ini bertujuan mengenalkan warisan tradisi dan kebudayaan lokal Kabupaten Bantaeng secara lebih mendalam kepada generasi muda.

Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para peserta didik, terlibat aktif dalam balutan kegiatan interaktif seperti storytelling kisah-kisah daerah, karaoke lagu-lagu daerah, serta permainan tradisional yang mengasah kekompakan.

Inovasi kedua, Aksi Numerasi, memfokuskan perhatian pada peningkatan kompetensi dasar matematika dan pemikiran logis siswa.

Melalui program Aksi Numerasi, kemampuan numerasi tidak lagi dipahami sebagai pelajaran yang kaku, melainkan disajikan lewat aktivitas kontekstual yang seru dan menyenangkan.

Pembelajaran dirancang baik secara individu maupun kerja sama tim untuk menumbuhkan minat belajar serta daya kritis peserta didik yag diselenggarakan dua hari di setiap bulannya.

Baca Juga: AKBP Devi Sujana Pimpin Sertijab Sejumlah Perwira Polri Jajaran Polres Maros, Ini Daftarnya

Sementara itu, inovasi ketiga, Tongsing alias Kantong Sampah Siswa, lahir sebagai solusi kreatif atas kendala infrastruktur sekolah yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di area sekitar.

Lewat program Tongsis, setiap siswa dibekali kantong sampah pribadi sebagai simbol tanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri selama beraktivitas di sekolah.

Sampah yang terkumpul dalam kantong tersebut nantinya wajib dibawa pulang oleh masing-masing siswa untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah di rumah mereka.

Penanggung Jawab Tim Inovasi SMPN 1 Tompobulu, Nurjannah, menjelaskan bahwa ketiga program ini dirancang sebagai langkah nyata sekolah dalam merespons tantangan zaman tanpa mencabut siswa dari akar budayanya.

"Kami merancang Sadar Budaya, Aksi Numerasi, dan Tongsis bukan sekadar sebagai pelengkap program sekolah, melainkan solusi holistik yang menyasar karakter, akademis, hingga kepedulian lingkungan. Kami ingin pembiasaan yang dimulai sejak tahun 2024 ini berdampak secara jangka panjang, sehingga membentuk mental siswa yang cerdas secara logika, menghargai tradisi lokal, serta memiliki rasa tanggung jawab moral terhadap lingkungannya," ujar Nurjannah. ***