POJOKSULSEL.com, PAREPARE - Sekitar 80 siswa Sekolah Boarding School, SMA Negeri 5 Kota Parepare terpaksa mendapat perawatan medis akibat diare.

Mereka terindikasi diserang penyakit gangguan pencernaan usai menyantap olahan makanan di sekolah tersebut. Mereka yang mengalami itu khsus dari siswa kelas X dan XI.

Baca Juga: Pemkot Parepare Kolaborasi Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Bahas Pilkada 2024

Kepala Dinas Kesehatan kota Parepare, Rahmawaty yang menurunkan tim medis membenarkan hal itu.

"Ada sekitar 81 siswa yang kita lakukan pemeriksaan medis, semuanya dalam kondisi baik. Tidak termasuk kategori gejala penyakit diare ya. Bukan gangguan pencernaan berlebihan atau diare," ucap Rahmawaty, (6/3/2024).

Baca Juga: Luwu Utara Tuan Rumah Pelatihan 77 Pelatih dan Wasit Voli se-Sulsel

Rahmawaty menjelaskan, setelah timnya melakukan pemeriksaan di sekolah tersebut juga tidak ditemukan siswa yang mengalami muntah muntah dan buang air besar secara berlebihan apalagi dehidrasi.

"Buang air besar 2-3 kali sehari itu masih normal. Tidak kami temukan siswa yang kami periksa hingga lebih dari 3 kali buang air besar. Artinya secara medis tidak ada gangguan, masih normal," kata dia.

Baca Juga: Pemkot Parepare Gelar Pasar Murah Jelang Bulan Ramadan

Hanya saja, kata dia, pihaknya tidak dapat mengambil sampel dari olahan makanan yang dikonsumsi oleh puluhan Siswa tersebut.

"Olahan makanan itu dimakan saat malam hari, pagi baru kami dapat informasi. Jadi kita tidak sempat mengambil sampel makanan apakah itu penyebab siswa mules. Tapi sejauh ini masih kami pantau kondisi mereka. Tidak ada yang sampai dirawat ke rumah sakit," ungkapnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali Tegaskan Akan Jalankan Amanah Sesuai Aturan dan Kewenangannya

Di tempat lain, Ketua Komite SMAN 5 Parepare, Idham Nusu menanggapi kejadian itu. Menurut dia apa yang dialami puluhan siswa di Sekolah tersebut bukan hal yang luar biasa.

"Setelah ada informasi itu kami turun langsung memantau. Kejadiannya tidak seperti isu yang beredar bahwa siswa sampai mengalami keracunan hingga di rawat di rumah sakit," kata Idham Nusu.

Dia menerangkan, kejadian itu berawal dari kegiatan siswa sekolah kelas X dan XI melakukan praktek mengolah makanan. Sebagian besar bahan makanan dibeli dari luar namun diolah di pantry sekolah.

"Siswa ini melakukan praktek mengolah makanan lalu mereka konsumsi. Bahan bahan makanan ada yang dipesan dari luar," katanya.

Baca Juga: Prof Hamdan Juhannis Ungkap 3 Sosok Guru Besar Paling Dekat dalam Kehidupannya. Ada Kak Yai Hingga Bro!

Namun, kata dia, saat ini proses belajar mengajar di Sekolah itu sudah berjalan normal dan semua siswa yang mengalami gangguan pencernaan sebelumnya juga sudah kembali melakukan aktivitas belajar.

Hanya saja, pihaknya meminta kepada pihak sekolah untuk lebih melakukan pengawasan dan memperhatikan kondisi kebersihan pantry sekolah.

Baca Juga: NasDem Dapat 10 Kursi Ketua dan 9 Wakil Ketua pada Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan, Ini Daftar Lengkapnya!

"Kita juga melakukan pengawasan. Kita berharap pihak sekolah memperhatikan dan menjaga kebersihan pantry Sekolah. Kita tidak ingin ada lagi kejadian serupa," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sulawesi Selatan, Iqbal Andi Najamuddin belum memberikan tanggapan lebih jauh atas kejadian yang dialami puluhan siswa di Parepare tersebut.

"Belum saya tau info itu," tulis Iqbal. ***