POJOKSULSEL, MAKASSAR - Operasi SAR terhadap perempuan lanjut usia (lansia) bernama Dg Patiha (70), yang tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, belum membuahkan hasil, Kamis (12/3/2026)
Dg Patiha sudah tujuh hari dicari. Itu sejak laporan tenggelamnya korban di Sungai Bilareng Gowa diterima Tim SAR pada 5 Maret 2026.
Tim SAR gabungan sudah bekerja sepekan. Penyisiran dilakukan sejauh 11 kilomter. Dari Sungai Balireng hingga Bendungan Karalloe.
Tim SAR Gabung dibagi dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) melakukan pencarian intensif dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa operasi SAR telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur yang terlibat. Walau ada beberapa kendala yang harus di alami oleh tim sar gabungan yaitu faktor cuaca selama proses pencarian.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Fasilitasi Dialog Kepala Daerah dan Tokoh Luwu Raya Bersama Komisi II DPR RI
"Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan metode darat dan perahu pada beberapa sektor pencarian," kata Andi Sultan.
Meski demikian, hingga hari ke tujuh, korban belum berhasil ditemukan. Sehingga operasi SAR terhadap Dg Patiha dihentikan. Tim sudha berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah terlibat dalam operasi tersebut, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan dalam kondisi medan sungai yang cukup berat, dengan debit air tinggi, banyak batu besar, serta jeram di sepanjang aliran sungai. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” tambahnya.
Dengan penghentian operasi SAR tersebut, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Baca Juga: Mudik: Antara Kultural dan Perjalanan Spiritual
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, TNI, Polri, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat.
Basarnas Makassar mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, khususnya pada musim hujan dengan debit air tinggi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari potensi kecelakaan di perairan.
Diketahui, Dg Patiha (70) adalah warga Dusun Lemoa. Berdasarkan informasi yang diterima, korban pada Rabu,4 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA berangkat menuju sawah.
Namun hingga siang hari korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang melakukan pencarian menemukan barang milik korban di tepi Sungai Bilareng yang saat itu dalam kondisi debit air meningkat akibat hujan. Diduga korban terbawa arus sungai. ***




