POJOKSULSEL, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), memberikan atensi krisis air bersih warga Mamuju, gara-gara kerusakan infrastruktur PDAM Tirta Manakarra akibat banjir
Suhardi Duka (SDK), mengatakan, pasokan air bersih terganggu karena infrastruktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju rusak parah.
Karena itu, kata SDK, Pemprov Sulbar akan turun tangan dengan bantuan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki infrastruktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju.
Baca Juga: Profil Lengkap 5 Dosen FST UIN Alauddin Makassar Jadi Reviewer Nasional Litapdimas 2025-2027
"Nanti saya kasih anggaran BTT untuk penanganan, supaya segera tertangani persoalan air bersih di Kota Mamuju ini," kata SDK dalam rilis Humas Pemprov Sulbar.
SDK menyatakan bahwa dirinya telah melihat keresahan warga Mamuju terkait krisis air bersih di media sosial.
Ia mengakui bahwa Pemprov Sulbar telah menanggapi masalah ini dan Bupati Mamuju juga telah memberikan jawaban.
Baca Juga: Ada Profesor Termuda, Inilah Nama 20 Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Reviewer Nasional Litapdimas
SDK juga menyebutkan bahwa menangani masalah ini tidak semudah menurunkan anggaran, namun hal-hal seperti ini memerlukan diskresi.
Dengan pernyataan ini, SDK menunjukkan keseriusan Pemprov Sulbar dalam menangani krisis air bersih di Mamuju dan berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat.
"Saya lihat di media sosial banyak macam-macam isu dan lain sebagainya. Ibu, bupati sudah jawab. Dan memang tidak semudah menurunkan anggaran. Tapi hal-hal yang seperti itu adalah diskresi,” kata SDK.
Baca Juga: Daftar Yuk! Kemenag Sulbar Cari 50 Calon Agen Perubahan Bangun Zona Integritas
Ia menjelaskan, Pemprov Sulbar turun tangan membantu Pemkab Mamuju dalam menangani krisis air bersih karena keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten.
SDK Bupati Mamuju memiliki keterbatasan dana untuk menangani kerusakan infrastruktur PDAM yang parah akibat bencana.
Dengan bantuan anggaran BTT dari Pemprov Sulbar, diharapkan krisis air bersih di Mamuju dapat segera teratasi dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menyambut baik dukungan dari Pemprov Sulbar dalam menangani krisis air bersih di Mamuju.
Sutinah Suhardi, mengatakan, kerusakan jaringan PDAM sudah terjadi sejak gempa beberapa tahun lalu dan makin parah setelah bencana terbaru.
Ia mengatakan, perbaikan sudah dilakukan bertahap selama masa pemerintahannya, namun bencana kembali merusak sumber air utama yang perbaikannya membutuhkan waktu lama dan biaya besar.
Baca Juga: Peringatan HKN, Husniah Talenrang Ingatkan ASN Pemkab Gowa Tingkatkan Kedisiplinan dan Kinerja
Bupati Sutinah menyatakan bahwa proses perbaikan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Selain itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan PDAM untuk mengetahui kebutuhan anggaran secara pasti sebelum mengajukan bantuan ke Gubernur.
***




