POJOKSULSEL, TAKALAR - Menyambut momentum Womens Day atau Hari Perempuan Sedunia, kelompok perempuan dan pemuda di wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pelatihan kepemimpinan gender.
Pelatihan kepemimpinan dan pendampingan merupakan kerja sama program Power of Voice Partnership (PVP): Fair For All kerjasama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Menengah (ASPPUK) dan Oxfam Indonesia.
Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir, kali ini digelar mulai akhir Februari hingga awal Maret ini. Kegiatan ini bertujuan agar kelompok perempuan dan pemuda di wilayah pesisir Kabupaten Takalar melakukan penguatan dan peningkatan Kapasitasnya dalam melakukan kerja influencing.
Baca Juga: Pengurus Masjid Umar Bin Khattab BSR 2 Maros Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut Ramadhan
Sekadar diketahui, Womens Day diperingati setiap tanggal 8 Maret 2024. Field Officer ASPPUK Andi Agung Iskandar mengatakan, pelatihan kepemimpinan gender dilakukan di tingkat komunitas di empat desa binaan program PVP.
Yaitu, Desa Laikang, Kecamatan laikang; Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone; Desa Popo dan Desa Kanaeng, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Kelompok perempuan dan pemuda ini yang ikut ambil bagian diantaranya sebagai petani rumput laut dan beberapa kelompok yang memiliki usaha dari hasil laut seperti produksi olahan rumput laut, pengelolaan ikan kering, abon ikan, tumpi tumpi ikan tongkol, ikan filet, kerupuk tulang ikan, lobster laut, dan lobster air tawar.
Baca Juga: 2 Alumni MAPK Ujungpandang Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Alauddin Makassar Senin Besok. Siapa?
Menariknya, pada proses pelatihan ini yang berlangsung sekitar tiga hari di setiap desa, yaitu yang menjadi fasilitator pelatihan adalah para champion di masing-masing desa bersangkutan. Mereka yang telah di upgraiding kapasitasnya dengan berbagai proses, termaksud sebelumnya di lakukan training of training.
Mereka ini diawal program sebagian dari mereka untuk berpendapat ditempat umum sangat susah, dan pada moment ini mereka sudah mampu menjadi fasilitator dalam sebuah pelatihan walaupun dengan kapasitas yang terbatas.
"Paling tidak mereka telah berhasil melakukan proses secara partisipatif memberi pemahaman dan awarness ke pada peserta pelatihan tentang pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial masyarakat yang notabene mereka adalah masyarakat patriarki," kata Andi Agung Iskandar.
Baca Juga: Celsea Beatrix Putri Sukses Eksekusi Tradisional Kostum Ayam Jantan dari Timur
Selain itu, beberapa komunitas yang melakukan pelatihan juga menyepakati pembentukan koperasi atau Lembaga Keuangan Perempuan sebagai salah satu solusi dari berbagai persoalan mereka.
Pada pelatihan ini juga melibatkan kepala desa dan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Takalar untuk menjadi narasumber. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Andi Amil Amrillah J Sangaji sangat mendukung kegiatan seperti ini.
Andi Amil Amrillah J Sangaji berkomitmen akan memberi peluang dan mem-backup usaha-usaha kelompok yang di jalankan. Baik kegiatan pelatihan, rumah kemas, dan pemasaran.
Kepala Desa Ujung Baji Andi Dewagong, saat membuka acara pelatihan, mengatakan, dirinya siap men-support dan memberikan bantuan untuk pengembangan usaha pada anggaran desa tahun ini.
Diketahui, pada anggaran desa tahun sebelumnya, pihaknya sudah memberikan bantuan peralatan untuk produksi UMKM yang berbahan dasar rumput laut.
"Kalau peralatan sebelumnya bermanfaat bagi kelompok, kenapa tidak kami anggarkan untuk penganggaran berikutnya yang lebih besar. Kami juga akan membantu kebutuhan bibit rumput laut bagi kelompok perempuan melalui mekanisme Bumdes," kata Kepala Desa Ujung Baji Andi Dewagong.(***)



