POJOKSULSEL, SAMARINDA – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal di Indonesia.

Kali ini, RJI menggandeng Universitas
Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda terkait peningkatan pengelolaan jurnal.

RJI bersama UWGM menggelar workshop bertajuk Transformasi Jurnal, Integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Strategi Menuju Indeksasi Global.

Baca Juga: Inimi Tim Pemenangan DIA di Pilgub Sulsel, Ada Dua Mantan Rektor. Siapa Ketua?

Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gedung C UWGM Pada Jumat (27/9/2024).

Acara itu bertujuan untuk beri pembekalan bagi editor dan penulis jurnal, agar lebih siap menghadapi tantangan global di dunia publikasi ilmiah.

Workshop tersebut dipandu oleh Muhammad Azmi dengan menghadirkan lima narasumber ternama.

Baca Juga: Pemkot Makassar Terima Penghargaan Gerakan Toilet Bersih

Mereka adalah Kasubdit Jurnal dan Haki dari DPTRM Kemendikbudristek, Yoga Dwi Arianda, serta akademisi dari Universitas Mulawarman, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas Sidoarjo, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Wakil Rektor Bidang Akademik UWGM Samarinda, Arbain, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas jurnal di Kalimantan Timur, yang saat ini masih didominasi oleh peringkat Sinta tiga, empat, dan enam.

"Melalui workshop ini, kami ingin membekali penulis dan editor dengan wawasan dari para ahli, sehingga jurnal-jurnal di Kaltim dapat meningkatkan peringkat dan kualitasnya," ungkap Arbain.

Baca Juga: Danny Pomanto Paparkan Program Desa, Warga Gowa Alihkan Pilihan ke DIA di Pilgub Sulsel

Tema penggunaan AI dalam penulisan juga menjadi perhatian utama.

Arbain menekankan pentingnya menggunakan aplikasi AI seperti chat gpt, Gemini, dan microsoft pilot secara bijak.

"Penggunaan AI harus tetap dalam koridor etika akademik. Dengan workshop ini, kami berharap dosen dan mahasiswa dapat lebih bijaksana dalam memanfaatkan AI, sehingga tidak menyalahi etika penulisan ilmiah," tambah Arbain, yang juga menjabat sebagai Ketua RJI
se-Indonesia.

Sementara itu, Yoga Dwi Arianda memaparkan delapan indikator penting dalam penilaian jurnal, di antaranya penamaan jurnal, kelembagaan, dan proses penyuntingan.

Yoga menegaskan bahwa tata kelola jurnal harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan untuk memastikan mutu dan akreditasi jurnal dapat diakui.

Baca Juga: Andi Arwin Azis: Kejuaraan Softball, Ajang Pembinaan Atlet Muda Makassar

"Tujuan kami adalah memastikan mutu penyuntingan dan tata kelola jurnal, agar setiap artikel yang diterbitkan memiliki kualitas yang
tinggi," jelas Yoga.

Yoga juga memberikan apresiasi atas inisiatif UWGM Samarinda dan RJI dalam menyelenggarakan workshop ini.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman pengelola jurnal di Samarinda dan Kalimantan Timur mengenai tata kelola jurnal yang baik dan benar.

"Dengan begitu, kita harapkan seluruh artikel yang diterbitkan memiliki kualitas yang unggul secara substansi," tutupnya.

Baca Juga: Andi Arwin Azis Sambut Studi Banding Pemkot Bontang

Kolaborasi RJI dan UWGM Samarinda ini menegaskan bahwa kualitas dan integritas dalam penulisan ilmiah adalah hal yang tidak bisa diabaikan.

Workshop ini bukan hanya soal meningkatkan akreditasi jurnal, tapi juga soal membangun komitmen bersama menuju publikasi yang lebih bermutu dan terindeks secara global.

***