POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti asesmen pada jabatan pengawas yang dilaksanakan Kanwil Kemenag Sulbar (Sulawesi Barat).

Puluhan ASN yang ikut asesmen berasal dari lintas satuan kerja di lingkungan Kemenag Sulbar, yaitu:

7 orang dari Kanwil Kemenag Sulbar, 6 orang dari Kemanag Majene, 3 orang dari Kemenag Polman, 2 orang dari Kemenag Mamasa.

Serta masing-masing 4 peserta dari Kemenag Pasangkayu dan Kemenag Mamuju Tengah, dan Kemenag mamuju.

Baca Juga: Ini Nama-Nama Calon Paskibraka Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2025, di Aula Kanwil Kemenag Sulbar.

Puluhan ASN akan dinilai oleh tiga orang asesor. Mereka adalah Resy Oktrisely dan Hana Dinatik dari Unit Penilaian Kompetensi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama.

Satu asesor lainnya adalah Deden Wahyudin dari Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM.

Ketua Tim Kepegawaian dan Hukum, Salahuddin, melaporkan bahwa asesmen itu bertujuan untuk memetakan potensi serta mengukur kompetensi ASN yang menduduki atau disiapkan untuk jabatan administrator dan jabatan fungsional.

Baca Juga: 824 Pengurus dan Pengawas Siap Mengabdi Pada 103 Kopdes Merah Putih di Maros

Hasil asesmen ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan karier serta penempatan jabatan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN di tengah tuntutan pelayanan yang cepat dan adaptif.

"Ini bukan sekadar seleksi, tetapi langkah strategis untuk mempersiapkan SDM terbaik dalam memberikan layanan, baik kepada masyarakat maupun untuk kebutuhan birokrasi internal Kementerian Agama," kata Adnan Nota dikutip rilis di laman Kemenag Sulbar.

Adnan Nota berpesan agar seluruh peserta mengikuti asesmen ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

"Apapun hasilnya nanti, yakinlah bahwa kehadiran kita hari ini menjadi bagian dari kebaikan dan kemajuan Kementerian Agama," katanya,

"Karena kita adalah pelayan umat, abdi negara, dan bagian dari sistem pelayanan publik yang harus terus berbenah," tambah Adnan Nota.

***