POJOKSULSEL, MAKASSAR- Ratusan pengunjuk rasa mengultimatum perbaikan jalan rusak Poros Parukku - Kindang, Kabupaten Bulukumba.
Koordinator pengunjuk rasa, Syahrul mengatakan, ultimatum perbaikan jalan rusak Poros Parukku - Kindang disampaikan kepadaKadis PU Bulukumba di sela-sela unjuk rasa.
"Kami sempat diskusi dengan Kadis PU, bahwa kami memberikan dalam kurun waktu kurang lebih sebulan," ujar Syahrul.
Baca Juga: 14 Hari Jabat Plt Kakanwil Kemenag Sulbar, Syamsul Sampaikan Beberapa Hal Penting Ini
Ultimatum perbaikan jalan rusak Poros Parukku - Kindang disampaikan pengunjuk rasa saat melakukan aksi di pertigaan Jalan Parukku
Ia menjelaskan, jika kondisi Poros Parukku - Kindang terakhir diperbaiki tahun 2006 lalu. Sehingga, kondisi jalan sudah banyak yang berlubang.
Ia mengatakan, jalan rusak di poros Parukku - Kindang sepanjang 20 kilometer. Keruakan terparah berada di Dusun Parukku dan Desa Kindang.
Bulukumba, tanam pisang di Poros Parukku, Desa Bulo Lohe, Kecamatan Rilau Ale, Rabu (17/4/2024).
Baca Juga: PTKIN Pertama di KTI, UIN Alauddin Makassar Terakreditasi Unggul dengan Nilai 367
Warga tanam pisang di Poros Parukku, sebagai bentuk protes jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Bulukumba.
Tanam pisang di Poros Parukku diawali dengan unjuk rasa ratusan warga empat desa, yakni Desa Bulo Lohe, Desa Anrang, Desa Tamaona, dan Desa Kindang.
Koordinator aksi, Syahrul mengatakan, sekitar 300 warga dari empat desa melakukan demonstrasi menuntut perbaikan poros Paruku - Kindang.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Kini Terakreditasi Unggul, Selamat!
Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bulo Lohe, Anrang, Tamaona, dan Kindang Bersatu.
"Kita sudah mengusulkan beberapa kali Musrembang di periode sebelumnya, sebelum Andi Utta terpilih. Kemudian Pak Andi Utta pernah mengatakan akan menjadikan ruas Parukku - Kindang sebagai prioritas pengerjaan ruas jalan atau pengaspalan," kata Syahrul kepada wartawan pojoksulsel pada Rabu sore via sambungan telepon.
Namun demikian, kata Syahrul, perbaikan jalan di Poros Parukku- Kindang tidak kunjung diperbaiki. Hal itulah yang menjadi tuntutan warga yang melakukan unjuk rasa.
"Kami mempertanyakan kenapa sampai hari ini belum terealisasi. Hanya ada isu berkembang soal usulan ditolak, dialihkan. Itu kan tidak menjadi kejelasan bagi kami," kata dia.
Lebih jauh Syahrul menjelaskan, demonstrasi warga sebagai ultimatum ke Pemkab Bulukumba untuk segera melakukan perbaikan jalan di Poros Parukku - Kindang.
Baca Juga: Bismillah, Muh Tonang Aklamasi Jadi Ketua Umum DPP RHMH Aljunaidiyah Biru
Dirinya menegaskan bahwa jika Pemkab Bulukumba tidak segera melakukan tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. Maka, pihaknya akan terus melakukn demonstrasi.
"Jika tidak ada tindak lanjut diberikan kepada kami sebagai kesimpulan dari aksi kami, maka kami akan melakukan aksi kami," kata dia.***




