POJOKSULSEL, MAMUJU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat (PUPR Sulbar) mengeluarkan lima imbauan teknis untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta keselamatan pengguna jalan selama masa libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, .
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, mengatakan peningkatan aktivitas masyarakat pada periode natal hingga tahun baru berpotensi menimbulkan tekanan pada infrastruktur, khususnya ruas jalan provinsi, kawasan wisata, dan pusat aktivitas publik.
“Momentum Natal dan tahun baru identik dengan lonjakan mobilitas. Karena itu, kesiapan infrastruktur harus benar-benar maksimal agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Surya Yuliawan Sarifuddin, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: 15 Ruas Jalan Lintas Empat Kabupaten di Sulsel Diperbaiki dengan Skema MYC Mulai 2026
Ia menegaskan seluruh unit teknis di lingkungan Dinas PUPR Sulbar diminta siaga penuh dan responsif terhadap potensi gangguan infrastruktur yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Adapun lima imbauan teknis yang disampaikan Dinas PUPR Sulbar:
Pertama, optimalisasi kondisi jalan dan jembatan. PUPR memastikan seluruh ruas jalan provinsi dan jembatan berada dalam kondisi laik fungsi, termasuk penanganan cepat lubang jalan, bahu jalan, marka, serta kelengkapan perlengkapan jalan demi menjamin keselamatan pengguna.
Kedua, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana. Seluruh Unit Pelaksana Teknis diminta menyiagakan alat berat, material darurat, dan personel untuk mengantisipasi longsor, banjir, maupun kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi.
Baca Juga: Rektor UMI Respons Tiga Pidato Guru Besar, Prof Hambali Thalib Sampaikan Gagasan Penting
Ketiga, penguatan sistem drainase dan pengendalian genangan. Pembersihan saluran drainase pada titik-titik rawan genangan, terutama di kawasan perkotaan dan jalur utama, menjadi prioritas guna mencegah hambatan lalu lintas serta kerusakan konstruksi jalan.
Keempat, pengamanan pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung. Proyek infrastruktur yang belum rampung diwajibkan dilengkapi rambu keselamatan, penerangan, serta pengamanan area kerja. Selain itu, aktivitas pekerjaan perlu disesuaikan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama Nataru.
Kelima, penguatan koordinasi lintas sektor dan layanan tanggap cepat. Dinas PUPR Sulbar memperkuat sinergi dengan BPBD, Dinas Perhubungan, TNI/Polri, serta pemerintah kabupaten guna memastikan respons cepat terhadap setiap kejadian darurat infrastruktur.
Baca Juga: STAIN Majene Tampilkan Wajah Baru Kampus Sambut Mahasiswa 2026
Surya Yuliawan Sarifuddin juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keselamatan bersama dengan melaporkan kondisi jalan rusak, genangan air, atau potensi bahaya infrastruktur melalui petugas setempat maupun kanal resmi pemerintah.
“Upaya teknis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya. ***




