POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel dan Pemprov Sulsel, terkait proyek duplikasi Jembatan Pasar Sentral Maros.

"Rencana pembangunan duplikat jembatan di Maros. Ini kami bahas ini masalah pembebasan lahannya," kata Andi Muetazim Mansyur kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/3/2026).

Andi Muetazim Manyur, mengatakan, ada sembilan bidang lahan yang akan dibebaskan untuk proyek duplikasi Jembatan Pasar Sentral Maros

"Sebenarnya tidak ada menjadi kendala. Tinggal mau dibangun saja, komunikasi dengan masyarakat di situ, untuk memperjelas batas-batasnya," katanya.

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini hanya sebatas melakukan pengukuran uldang untuk memperjelas batas-batas lahan yang akan dibebaskan.

Baca Juga: 88 Mahasiswa Berprestasi Diuji Universitas, Siapa Paling Siap Wakili Unhas ke Pilmapres Nasional?

Ia menegaskan, pekerjaan Jembatan Pasar Sentral Maros akan dikerjakan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma mengatakan, Pemprov Sulsel telah menyiapkan anggaran Rp8 miliar untuk pembebasan lahan duplikasi proyek Jembatan Pasar Sentral Maros.

Anggaran pembebasan lahan dikucurkan Pemprov Sulsel dalam skema bantuan keuangan (BK) ke Pemkab Maros. "Dananya sudah dikasih provinsi 8 miliar," kata Indra Cahya Kusuma.

Ia mengatakan, dari sembilan bidang lahan yang masuk dalam rencana pembebasan, hanya tujuah bidang yang memiliki alas hak.

"Kami minta ada percepatan progres pembebasan lahannya, tadi katanya ada 9 bidang, tapi yang punya alas hak 7 bidang," katanya.

Baca Juga: Bawaslu Sulsel Jelaskan Tantangan Baru Pengawasan Data Pemilih Jelang Pemilu 2029

Indra Cahya Kusuma, memproyeksikan proyek fisik duplikasi Jembatan Pasar Sentral Maros bisa dimulai paling lambat awal bula Mei 2026.

Ia mengatakan, Gubernur Sulsel telah memberikan arahan supaya pembebasan lahan dan proses pengadaan barang dan jasa bisa berjalan paralel.

***