POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menjalin kerja sama dengan 17 perusahaan dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting. Skema pendanaan yang digunakan adalah melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dan sedekah perusahaan.

MoU yang diteken Pemprov Sulbar dan perusahaan mengusung tiga fokus utama, yakni meringankan beban masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan warga, serta menurunkan kantong-kantong kemiskinan.

Untuk mengurangi beban masyarakat, bantuan sosial diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan, perlengkapan sekolah, listrik hemat, serta pasar murah.

Sementara untuk peningkatan pendapatan, program meliputi bantuan usaha ekonomi produktif, benih perikanan, peternakan, pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, dan program padat karya.

Baca Juga: Di Balik Pengukuhan Guru Besar, Rektor UIN Alauddin Ingatkan Makna Intelektual

Penurunan kantong kemiskinan juga diupayakan melalui pembangunan sarana air bersih, jamban keluarga, rehabilitasi rumah tidak layak huni, drainase, hingga perbaikan jalan rabat beton dan pengembangan usaha tani.

Program ini menyasar 445 kepala keluarga kategori miskin ekstrem dan 19.664 orang miskin pada desil 1–4.

Sejauh ini, ada 186 rumah tidak layak huni, 82 keluarga menerima jamban, 70 kepala keluarga mendapat bantuan listrik hemat, dan 215 keluarga mendapat fasilitas sanitasi dan air bersih.

Fokus lain adalah penanganan gizi buruk pada balita, dengan data 814 balita stunting, 2.272 balita berat badan tidak naik, 641 balita underweight, dan 28 balita gizi kurang yang mendapat intervensi. Bantuan pendidikan dan perlengkapan sekolah diberikan untuk 6.418 anak dari keluarga miskin.

Baca Juga: Dua Dosen Fakultas Kedokteran Unhas Raih Guru Besar, Salah Satunya Bakal Calon Rektor

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menegaskan, seluruh pembiayaan program ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan, tanpa beban APBD.

“Ini langkah nyata pemerintah provinsi untuk melibatkan seluruh pihak dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Sulawesi Barat. Kami targetkan penurunan kemiskinan sebesar 1 persen setiap tahun,” ujarnya.

Berikut 17 Lokus Desa dan Kelurahan di tiga kabupaten Penanganan Kemiskinan dan Stunting Terpadu tahun 2025-2026

Kabupaten Mamuju

PT. Manakarra Unggul Lestari – Desa Sendan

Maleo Town Square – Kelurahan Mamunyu

D'Maleo Hotel – Kelurahan Binanga

Kabupaten Pasangkayu

PT. Unggul Widya Tehnologi Lestari – Desa Motu

PT. Surya Raya Lestari l – Desa Bulumario

PT. Letawa – Desa Tikke

PT. Pasangkayu – Desa Gunung Sari

PT. Toscano Indah Pratama – Desa Kalola

PT. Awana Sawit Lestari – Desa Sarudu

PT. Palma Sumber Lestari – Desa Kasano

PT. Mamuang – Kelurahan Martasari

PT. Tanjung Sarana Lestari – Desa Ako

Kabupaten Mamuju Tengah

PT. Surya Lestari ll – Desa Salugatta

PT. Wahana Karya Sejahtera Mandiri – Desa Bojo

PT. Trinity Palmas Plantation – Desa Tabolang

PT. Prima Nusa Global Lestari – Desa Kambunong

PT. Mitra Andalan Sawit – Desa Barakkang