POJOKSULSEL, PAREPARE - Dalam penanganan stunting, Pemerintah Kota Parepare melakukan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting Kota Parepare.
Penanganan stunting yang dilakukan Pemkot Parepare sesuai Perpres 72 tahun 2021 serta Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan angka pravalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 telah dilakukan secara maksimal.
Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Parepare, Akbar Ali, Rabu (10/1/2024).
Akbar Ali mengatakan angka pravelensi Stunting cenderung menurun di Parepare, tahun 2021 sebesar 18,49 persen turun menjadi 13,70 persen pada tahun 2022.
Baca Juga: KEREN! Basli Ali Jadi Bupati Pertama yang Dinobatkan Sebagai Bapak BPD
Selanjutnya, pada bulan Februari 2023 sudah mencapai 8,86 persen (557 balita yang diukur) dan Agustus 2023 menjadi 8,74 persen (801 balita yang diukur).
Dalam penanganan stunting ini, kata dia, Pemkot Parepare telah melakukan intervensi sensitif seperti sanitasi, pendidikan anak usia dini, penyuluhan yang menyasar remaja dan ibu hamil, serta calon pengantin dan pasangan usia subur, pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi untuk calon pengantin.
"Sedangkan kegiatan intervensi spesifik telah dilakukan pemberian makanan tambahan, pemberian tablet tambah darah, tambahan asupan gizi untuk ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK), pemberian makanan pendamping ASI untuk anak usia 6 s/d 23 bulan serta pelayanan tata laksana gizi buruk anak balita," ucap Akbar Ali.
Baca Juga: TERBARU! Unhas Miliki 399 Guru Besar, 291 Di Antaranya Sudah Jadi Anggota Dewan Profesor
"Pemerintah juga telah meluncurkan rumah gizi yang akan jadi posko penanganan dan pencegahan stunting. Rumah gizi akan menyediakan panganan, untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak dan balita," ungkapnya. ***




