POJOKSULSEL, GOWA - Penjaga Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Zudan Arif Fakrulloh menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap UIN Alauddin Makassar, di Gedung Auditorium Kampus 2, Selasa (28/5/2024).

Kehadiran Prof Zudan Arif Fakrulloh disambut baik oleh Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis.

Hamdan Juhannis mengatakan, pengukuhan guru besar UIN Alauddin Makassar kali ini terasa lengkap. Itu karena dihadiri Pj Gubernur Sulsel, yang juga seorang profesor.

Baca Juga: NasDem Usul Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi Duet di Pilgub Sulsel

Ia menilai, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh adalah sosok visioner.

Hal itu tercermin pada Prof Zudan untuk mengembangkan SDM di Sulsel.

Kunci kesejahteraan dan kemajuan masyarakat menurut Prof Zudan ada pada pengembangan SDM.

Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Tanggapi Diusul NasDem Berpaket Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel

"Dan di antaranya adalah peningkatan kualitas pendidikan kita," kata Hamdan Juhannis.

Hamdan Juhannis mengatakan, keberpihakan Prof Zudan pada pengembangan SDM dapat dilihat saat jadi Pj Gubernur Sulbar.

Banyak beasiswa yang digelontorkan kepada siswa dan mahasiswa di Sulawesi Barat.

Baca Juga: Mentan RI Amran Sulaiman Bawa Bantuan Rp410 miliar ke Sulawesi Selatan

"Insyaallah di Sulsel ini bakal lebih banyak lagi, terutama di UIN Alauddin Makassar," katanya.

Untuk itu, Hamdan Juhannis menugaskan Prof Muhammdiyah Amin untuk mengawal beasiswa dari Pj Gubernur Sulsel.

Pada kesempatan yang sama, Hamdan Juhannis mengungkap bahwa Pj Gubernur Sulsel meraih gelar profesor pada usia 35 tahun.

Tida hanya itu, Prof Zudan juga aktif melakukan olahraga. "Aktivitas olahraga dan penalaran akademik," ujarnya.

Sementara itu, Prof Zudan menyampaikan selamat kepada tiga guru besar yang baru saja dikukuhkan ini.

Baca Juga: Ketua Kelompok Tani di Bone Lapor Ke Amran Sulaiman Gegara Tidak Dapat Pupuk Subsidi

Ia berharap agar bersama-sama seluruh stakeholder, terutama dunia kampus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.

"Ingin saya sampaikan, mari terus kita tingkatkan kualitas pendidikan, dari sesi ilmu pengetahuan itu pasti, yang kedua dari nilai-nilai menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," ungkap Prof Zudan.

Menurut Prof Zudan, semua alumni perguruan tinggi harus diberikan pondasi yang kuat untuk mencintai Tanah Air, dan menjunjung nilai-nilai kesopanan. Nilai-nilai perilaku budi pekerti luhur, saling menyayangi, dan saling menolong.

Baca Juga: Kabar Gembira! Sulsel Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi Senilai Rp2,5 Triliun

"Sehingga masyarakat Sulawesi Selatan khususnya yang kuliah di Universitas IsIam Negeri Alauddin ini, selain cerdas otaknya, juga hatinya," harap Prof Zudan.

Lebih jauh ia menjelaskan, dunia kampus bukan hanya wadah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tapi yang paling penting bagaimana ajaran adab, nilai-nilai budi pekerti yang luhur.
***