POJOKSULSEL, MAROS - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami patah kaki saat melakukan pendakian di Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6) malam.

Pendaki patah kaki tersebut diketahui bernama Amir Pramilia (26), warga Samata, Kabupaten Gowa. Ia mengalami cedera serius pada kaki kiri setelah terjatuh di Pos 5 jalur pendakian Gunung Bulu Saukang Maros saat mendaki bersama dua rekannya.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan laporan mengenai insiden patah kaki seorang pendaki Bulu Saukang Maros diterima setelah korban ditemukan dalam kondisi lemah dan menahan rasa sakit di lokasi kejadian.

Baca Juga: PPP Sulsel Lantik Pengurus Baru 20 Juni, 30 Persen Struktur Partai Diisi Generasi Milenial dan Z

“Korban mengalami patah pada kaki kirinya akibat terjatuh saat pendakian. Informasi tersebut dilaporkan ke posko pendakian dan diteruskan kepada Basarnas,” ujar Andi Sultan.

Mendapat laporan itu, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses penyelamatan. Medan pendakian yang cukup menantang tidak menghalangi upaya tim mencapai posisi korban.

Sekitar pukul 23.00 WITA, tim SAR berhasil menjangkau korban di Pos 5. Petugas kemudian memberikan penanganan awal di lokasi dengan melakukan pembidaian pada bagian kaki yang mengalami patah guna mencegah cedera semakin parah selama proses evakuasi.

Baca Juga: Warga Luwu Utara Hanyut Saat Menyeberang Sungai, Ditemukan 8 Km dari Lokasi Awal

Setelah kondisi korban dinilai memungkinkan untuk dipindahkan, tim SAR bersama unsur gabungan lainnya mengevakuasi Amir menggunakan tandu menuju kaki gunung.

Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Korban akhirnya tiba di posko registrasi pendakian sekitar pukul 02.10 WITA dalam keadaan selamat.

Selanjutnya, Amir diserahkan kepada tim medis dari Puskesmas Tompobulu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca Juga: Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Cek Pengerjaan Proyek MYP Jalan Tanete-Tanaberu dan Sinjai-Kajang

“Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan telah diserahkan kepada tenaga medis untuk penanganan lanjutan,” kata Andi Sultan.

Usai operasi penyelamatan selesai, seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi. Operasi SAR kemudian resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.

Basarnas Makassar mengingatkan para pendaki agar selalu memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka, termasuk memastikan kondisi fisik prima, membawa perlengkapan yang memadai, serta memantau kondisi cuaca dan medan yang akan dilalui. ***